Indonesia Berdakwah

Karya Seni Rusak Banksy Laku Terjual Senilai $25,4 Juta

Dua versi dari karya ikonik seniman asal Inggris Banksy yang diberi nama "Girl with Balloon," ditampilkan dalam sebuah acara di Southbank, London, pada 30 Agustus 2019. (Foto: AP/Kirsty Wigglesworth)

TRANSINDONESIA.CO | Satu karya seniman jalanan asal Inggris, Banksy, yang secara sensasional dicabik-cabik tepat setelah laku dijual dalam sebuah lelang pada tiga tahun lalu, laku terjual senilai $25,4 juta pada Kamis (14/10). Nilai tersebut merupakan harga tertinggi yang pernah didapat oleh sang seniman, dan nilainya naik hampir 20 kali lipat dari harga lukisan itu sebelumnya.

Lukisan yang diberi nama “Love is in the Bin” itu ditawarkan oleh rumah lelang Sotheby’s di London, dengan perkiraan prapenjualan sebesar $5,5 juta hingga $8,2 juta.

Setelah ‘perang’ harga yang terjadi selama 10 menit yang melibatkan sembilan penawar dalam ruang penjualan, baik melaui online dan telepon, karya itu akhirnya terjual tiga kali lipat dari perkiraan kepada pembeli yang dirahasiakan. Harga jual senilai $25.383.941 itu termasuk biaya untuk rumah lelang yang dikenal sebagai premi pembeli.

Karya itu terdiri dari kanvas setengah robek dalam bingkai hiasan yang memuat gambar seorang gadis yang dicat semprot meraih balon merah berbentuk hati. Ketika terakhir dijual di Sotheby’s pada Oktober 2018, karya itu dikenal sebagai “Girl With Balloon,” dan terjual senilai $1,4 juta.

Dalam peristiwa pada 2018 lalu, ketika perempuan asal Eropa yang namanya tidak disebutkan dinyatakan menang lelang, alat penghancur tersembunyi yang disematkan dalam bingkai oleh Banksy menyala, merobek kanvas sampai setengah kanvas tergantung dari bingkai.

Sotheby’s dikecam ketika itu karena gagal menemukan mesin penghancur yang tersembunyi. Tetapi pembeli tetap menerima karya yang rusak itu. Keputusan tersebut dinilai tepat karena pada Kamis (14/10) harga karya itu melonjak tajam.

Karya itu dengan cepat menjadi salah satu karya Banksy yang paling terkenal, dan Sotheby’s menyertakannya dalam tur ke kota-kota di dunia, termasuk New York dan Hong Kong sebelum lelang pada Kamis.

Juru lelang Oliver Barker dengan nada bercanda mengatakan bahwa dia takut mengetukkan palu untuk mengakhiri penjualan pada Kamis. Timbul kekhawatiran di kalangan staf Sotheby, tentang rencana kejutan lain yang mungkin dimiliki oleh Banksy. (ka/lt)

Sumber: Voaindonesia

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.