Indonesia Berdakwah

Guru Sang Pencerah

Hari Guru

TRANSINDONESIA.CO | Guru sebagai sang pencerah bagi masa kini dan masa depan. Para guru sebagai penerang dalam kegelapan menuntun para muridnya untuk mampu melihat jagat raya. Menjadi guru bukan sekedar profesi melainkan panggilan jiwa untuk menapaki jalan hidup sebagai guru. Kebahagiaan dan kebanggaan para guru tatkala para muridnya mampu melampaui dirinya. Guru sang pencerah akan terus menemukan telur rajawali dan menetaskannya, menyadarkan agar jati diri rajawali muncul dan mampu terbang mengangkasa.

Para guru dalam mendidik bukan sebatas memberi pengetahuan namun untuk mencerdaskan melainkan juga mencerahkan dan menyadarkan mampu menemukan jatidiri para muridnya. Untuk mampu berpikir kritis  bahkan mengembangkan imajinasinya. Pencerahan pada suatu pendidikan adalah untuk menemukan keutamaan.  Pendidikan bukan sebatas persyaratan maka cara cara instan akan menyesatkan dan menjerumuskan dan merusak peradaban. Guru selain sebagai pengajar ia juga memiliki status sosial. Tatkala status sosialnya rendah maka kualitas pendidikan akan jauh dari memuaskan. Guru adalah kunci dari pendidikan. Hasil didik merupakan cermin dari kualitas lembaga pendidikan. Pendidikan mengajarkan dan menanamkan kesadaran tanggung jawab dan disiplin untuk menemukan  keutamaan kepada para siswanya. Pendidikan bagian kodrat manusia untuk menjadi pembelajar, melalui pendidikan dapat mengetahui segala sesuatu. Pendidikan menjadi ruang transformasi pengetahuan ketrampilan moralitas agar semakin manusiawinya manusia

Guru sebagai kunci pendidikan menjadi energi transformasi yang mencerahkan hidup dan kehidupan para muridnya. Hidup dalam suatu peradaban diperlukan pendidikan agar kemampuan untuk memahami, membatasi, empati, peduli, saling menghormati, dan mampu saling menghidupi. Pendidikan refleksi suatu peradaban? Kalau iya mengapa? Hidup memerlukan peradaban bukan semata mata hanya bisa bertahan hidup namun juga menumbuh kembangkannya. Peradaban tanda manusia ada sebagai mahkluk berakal budi. Manusia memiliki akal budi untuk berimajinasi. Dari imajinasi itulah mampu mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan.

Seni dan budaya pilar peradaban? Tatkala dikatakan iya dapat ditunjukan bahwa  manusia mampu untuk bertahan hidup dan mengatasi kendala hidup dan kehidupannya diperlukan harmoni sebagai solusi. Di situlah seni dan kebudayaan menjadi ruang dan sekaligus pilarnya. Manusia adalah mahkluk paling lemah sekaligus paling kuat. Namun untuk mengatasi kelemahannya dan mencapai kekuatannya, ia harus belajar dalam segalanya
Manusia sebagai mahkluk pembelajar karena dituntut memiliki kepercayaan diri dan bekerja keras untuk hidup dan kehidupannya.

Guru sang pencerah selain mentransformasi pengetahuan juga menanamkan kecintaan akan seni sebagai panggilan hati sekaligus kesadaran moral menjaga budaya dan peradaban bangsa. Menjadi guru dalam mencerahkan sebenarnya telah mengimplementasikan seni dalam pengajarannya yang menyambung rasa jiwa. Guru pencerah bagi hidup dan kehidupan dalam semua lini kehidupan sepanjang masa.

Hari Guru Internasional 061021
Chryshnanda Dwilaksana

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.