Indonesia Berdakwah

Eswatini Kerahkan Militer-Polisi untuk Hentikan Protes Pelajar

Para pengunjuk rasa berusaha untuk lari dari kejaran polisi anti huru hara dalam sebuah unjuk rasa di Manzini, Eswatini, pada 19 September 2019. (Foto: AFP/Gianluigi Guercia)

TRANSINDONESIA.CO | Pemerintah Eswatini, atau yang dulu dikenal dengan sebutan Swaziland, pada Senin (11/10) mengerahkan tentara dan polisi ke beberapa sekolah untuk mengatasi unjuk rasa yang dilakukan oleh para pelajar di negara tersebut.

Para pelajar terus melakukan protes terhadap pemerintah untuk segera melakukan reformasi politik. Siswa SMA di Kerajaan Afrika itu telah memboikot kelas selama sebulan terakhir.

Dalam protesnya, para pelajar tersebut memiliki beberapa tuntutan, di antaranya adalah menuntut pembebasan dua anggota parlemen yang ditangkap dalam protes prodemokrasi pada awal tahun ini.

“Tentara bukan musuh rakyat. Mengerahkan mereka ke sekolah-sekolah bukan berarti ada perang tetapi hanya membantu pasukan lain untuk menjaga ketertiban,” kata juru bicara tentara Tengetile Khumalo, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Namun, pengerahan tentara tersebut tampaknya akan menambah kritik yang diberikan dunia internasional terhadap negara tersebut. Eswatini sebelumnya telah mendapatkan kecaman dalam beberapa bulan terakhir karena dianggap menggunakan kekuatan berlebihan terhadap demonstran. Sedikitnya 27 orang tewas dalam bentrokan dengan polisi dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Juli lalu, pasukan nasional menangkap dua anggota parlemen prodemokrasi dengan tuduhan melakukan aksi teroris karena menghasut kerusuhan dan melanggar peraturan COVID-19.

Penangkapan dua anggota parlemen tersebut, Mthandeni Dube dan Mduduzi Mabuza, memicu lebih banyak protes dan kecaman internasional. (ka/lt)

Sumber: Voaindonesia

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.