Indonesia Berdakwah

Bali Bangkit, Upacara Ngaben Digelar Terbuka di Sanur

Umat Hindu mengikuti prosesi manah toyah ning dalam rangkaian upacara ngaben atau pelebon mendiang Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (6/10/2021). Ida Pedanda Nabe Gede Dwija Ngenjung yang tutup usia 87 tahun tersebut juga merupakan pionir pariwisata Bali dan upacara Ngaben akan dilangsungkan pada Jumat (8/10/2021). [Antara Foto /Nyoman Hendra Wibowo/nym]

TRANSINDONESIA.CO | Pandemi Covid-19 di Indonesia sudah mulai terkendali, beberapa sektor yang mengundang banyak orang pun perlahan mulai dibuka. Bali salah satunya. Upacara Ngaben yang dilakukan di area Pantai Matahari Terbit, Sanur, Jumat (8/10/2021), dihelat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Terkendalinya situasi pandemi memberikan peluang baru bagi ‘Pulau Seribu Pura’ itu untuk bangkit dengan masterpiece nya di bidang pariwisata. Upacara Ngaben menjadi salah satu tujuan yang banyak dicari oleh wisatawan, dan kini digelar dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pemuka Agama sekaligus Satgas COVID-19 wilayah Sanur, Mangku Praja mengatakan proses upacara Ngaben selama pandemi COVID-19 sudah mengikuti aturan dari pemerintah.

Sebelumnya, Pengabenan terhenti selama satu tahun lebih, kemudian diganti dengan kremasi terbatas di krematorium untuk menghindari keramaian.

“Ini untuk upacara ngaben di Sanur ini sudah dirancang satu tahun yang lalu, tapi karena pandemi berlanjut terus maka acara ini sampai tertunda dua kali,” kata Mangku Praja di lokasi Ngaben, Sanur, Jumat (8/10/2021).

Rencana pokok upacara Ngaben tersebut sebenernya tanggal 15 Agustus tapi karena pandemi berlanjut maka upacara ditunda hingga tanggal 6 Oktober.

“Di dalam melaksanakan upacara di Sanur ini protokol kesehatan di Sanur sangat ketat sekali. Di tempat upacara baru masuk itu harus ada tempat cuci tangan,  kedua ada hand sanitizer, ketiga setelah memuncaknya pandemi warga itu wajib mengikuti vaksinasi, kalau yang belum mengikuti vaksin tidak boleh masuk ke tempat acara,” tutur Mangku Praja.

Untuk memeriksa status vaksinasi pengunjung, panitia upacara mengharuskan mereka melakukan scan QR Code PeduliLindungi di pintu masuk.

Di samping itu, lanjut Mangku Praja, semua panitia yang tergabung dalam upacara tersebut telah dilakukan swab antigen sehari sebelum pelaksanaan dan penyemprotan disinfeksi tempat acara.

“Harapan saya dan masyarakat umumnya di Sanur, saya mewanti-wanti menginginkan supaya masyarakat dalam menjalankan new normal tetap mengikuti protokol kesehatan dan selalu menjaga imun tubuh dalam hal menjaga kesehatan supaya pariwisata atau kehidupan di Bali bisa berjalan seperti semula,” ucap Mangku Praja.

Salah satu pengunjung dari jakarta Yulia mengatakan upacara Ngaben tersebut merupakan upacara besar, tapi sekaligus dengan adanya pandemi harus tetap berusaha menjaga diri dengan memakai masker.

“Dan kebetulan saya lihat semuanya bermasker dengan benar dengan tertib,” katanya.

Ia berharap pandemi COVID-19 cepat berlalu dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Semoga pandemi cepat berlalu, kita semua harus patuhi peraturan dari pemerintah supaya ini cepat berlalu dan kita bisa kembali lagi menikmati liburan dengan lebih tenang lagi,” ucap Yulia.[kik]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.