Indonesia Berdakwah

Polresta Samarinda Gulung Jaringan Narkoba Antar Provinsi Jalur Surabaya – Banjarmasin

Polresta Samarinda menyita barang bukti sabu dalam 24 bungkus besar yang dikemas menggunakan bungkus teh hijau bertuliskan bahasa Mandarin dari jaringan narkoba antar provinsi, Sabtu (11/9/2021). [Transindonesia.co /Humas Polresta Samarinda]

TRANSINDONESIA.CO | Satresnarkoba Polresta Samarinda, Polda Kalimantan Timur, berhasil menggulung peredaran narkoba dengan barang bukti sabu-sabu 25 kg yang diduga merupakan jaringan antar Provinsi dengan jalur Surabaya  – Banjarmasin tujuan Kota Samarinda.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, menuturkan barang bukti narkoba tersebut ditemukan dalam 24 bungkus besar yang dikemas menggunakan bungkus teh hijau bertuliskan bahasa Mandarin dan satu bungkus sedang siap edar berhasil disita.

“Pengungkapan berawal dari penangkapan pelaku yang berinisial A di Jalan Pulau Sebatik, Samarinda, dengan barang bukti 2,51 gram sabu,” ujar Kombes Pol Arif Budiman didampingi Direktur Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Rickynaldo Chairul di Samarinda, Sabtu (11/9/2021).

“Selanjutnya dikembangkan dan ditangkap lagi dua pelaku yang berinisial HN dan MA di Jalan Pangeran Hidayatullah, Samarinda dengan barang bukti sabu seberat 17,12 gram,” kata Arif.

Selain barang bukti sabu- sabu petugas juga menyita pil ekstasi dengan 3 logo dan warna yang berbeda sebanyak 37.701 butir, yang dibagi dalam enam bungkusan besar, delapan bungkus sedang dan kecil.

Arif mengatakan dalam operasi itu anggotanya telah mengamankan enam orang yang terlibat di dalam sindikat bertindak sebagai penjual serta perantara.

Masih dari penuturannya, dari tiga orang yang dibekuk. Polisi kembali menangkap FN dan DI. Mereka ditangkap di Jalan PM Noor, Samarinda Utara. Baik MA, FN dan DI adalah perantara yang membawa sabu masuk ke Samarinda melalui jalur Balikpapan.

“Selanjutnya dari pemeriksaan mereka bertiga itu tim bergerak ke Banjarmasin tepatnya di sebuah hotel dan menangkap satu pelaku bernama Faisal dengan narkoba sebanyak 24 kg sabu serta ribuan ineks yang disimpan di dalam dua koper dan satu tas ransel,” ujarnya.

Narkoba sabu dan ineks yang talah diamankan tersebut bernilai puluhan miliar dan rencananya bakal dibawa ke Samarinda dan disebar serta dijual.

“Kami terus mengembangkan ke siapa yang memasoknya. Pengakuan sejumlah pelaku, narkoba-narkoba itu dikirim dari Surabaya, melalui Banjarmasin,” terangnya.

Direktur Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Rickynaldo Chairul, mengungkapkan ada sekitar 50 ribu jiwa warga di Samarinda yang dapat diselamatkan dari penyitaan 25 kg sabu ini.

“Ini jaringan antar provinsi, kami akan terus mengembangkan penyidikan termasuk memburu pengirim barang haram itu di Surabaya,” katanya.[tim]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.