Indonesia Berdakwah

Perancis Kecam Australia Terkait Kontrak Pembuatan Kapal Selam

Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian di Kementerian Luar Negeri Prancis di Paris. (Foto: Reuters)

TRANSINDONESIA.CO | Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian, Kamis (16/9), menyatakan kemarahannya setelah Australia mengumumkan akan mundur dari kesepakatan dengan Perancis untuk membangun kapal selam bertenaga diesel.

Sebagaimana banyak diberitakan sebelumnya, Australia mengambil keputusan itu karena lebih memilih untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir dengan Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara dengan France Info, Le Drian menyebut langkah itu sebagai “tikaman dari belakang” sambil menambahkan bahwa kepercayaan Perancis terhadap Australia telah “dikhianati.”

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa negaranya memutuskan untuk berinvestasi dalam pengembangan kapal selam bertenaga nuklir AS, dan membatalkan kontraknya dengan Perancis untuk membangun kapal selam bertenaga diesel dan listrik, karena situasi strategis yang berubah.

Armada kapal selam bertenaga nuklir Australia akan dibangun bersama dengan AS dan Inggris di bawah aliansi keamanan baru yang belum lama ini diumumkan negara-negara tersebut dan disebut AUKUS.

Sebagai hasil dari perjanjian AUKUS, Australia memberi tahu Perancis bahwa mereka akan mengakhiri kontraknya dengan DCNS — yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah Perancis — untuk membangun 12 kapal selam konvensional terbesar di dunia.

Australia telah menghabiskan 1,8 miliar dolar untuk proyek tersebut sejak Perancis memenangkan kontrak pada 2016. [ab/uh]

Sumber: Voaindonesia

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.