Indonesia Berdakwah

Pendidikan Membangun dan Merawat Peradaban

TRANSINDONESIA.CO | Pendidikan bukanlah sebatas persyaratan melain kesadaran. Membangun suatu kesadaran inilah kualitas sumber daya manusia yang beradab. Patuh taat pada hukum bukan karena keterpaksaan atau ketakutan melainkan memahami bahwa hidupnya tidak hanya sendiri. Membangun hukum yang menjadi kesepatakata hidup bersama dalam keteraturan sosial dan dapat ditegakan dengan berbasis kejujuran kebenaran keadilan.

Sivis pacem parabelum, kalau ingin berdamai harus siap untuk berperang. Kempuan memerangi kebodohan, kemiskinan, sikap moralitas yang buruk, korupsi, kolusi, nepotisme dan banyak hal lain yang kontraproduktif inilah musuh biang keladi kehancuran suatu peradaban.

Membangun dan menyelenggarakan pendidikan bukan sebatas mencerdaskan melainkan juga mencerahkan dan mampu menemukan bahkan mengembangan imajinasi. Pencerahan pada suatu pendidikan adalah untuk menemukan keutamaan. Tatkala pendidikan sebatas persyaratan maka cara cara instan hingga yang melanggar etikapun akan dihalalkan. Tatkala guru status sosialnya rendah maka kualitas pendidikan akan jauh dari memuaskan

Hasil didik merupakan cermin dari kualitas lembaga pendidikan. Maka pendidikan wajib mengajarkan dan menanamkan kesadaran tanggung jawab dan disiplin untuk menemukan  keutamaan kepada para siswanya. Pendidikan memang bukan segala galanya namun melalui pendidikan dapat mengetahui segala sesuatu. Pendidikan menjadi ruang transformasi pengetahuan ketrampilan moralitas agar semakin manusiawinya manusia.

Guru sebagai kunci pendidikan menjadi energi transformasi yang mencerahkan hidup dan kehidupan para muridnya. Kualitas guru dalam hidup dan kehidupannya harus dirwat dan diperhatikan kesejahteraannya. Tatkala para guru sulit dalam hidup dan kehidupannya dan tidak mendapatkan tempat yang layak dalam stratifikasi sosial maka pendidikan akan redup bahkan padam. Tatkala para guru kehilangan semangatnya maka tinggal menunggu waktu bencana suatu bangsa akan tiba. Bukan diserang dari luar melainkan saling serang sesama anak bangsa. Karena tidak mampu hidup dalam suatu peradaban dan mudah diadu domba.

Hidup dalam suatu peradaban diperlukan kemampuan untuk memahami, membatasi, empati, peduli, saling menghormati, dan mampu saling menghidupi.

Fajar Cerah 290921
Chryshnanda Dwilaksana

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.