Indonesia Berdakwah

Peluang Dakwah di Ruang Digital

Ruang Digital

TRANSINDONESIA.CO | Wakil Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah, Shabah Surur Syamsi mengajak bersyukur. Pandemi yang melanda membuka cakrawala dan kesempatan yang luas bagi pegiat dakwah untuk bertabligh melalui ruang-ruang virtual.

Sebagai contoh, dirinya selama masa pandemi ini rutin setiap bulan mengisi pengajian di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia secara  daring, di mana kesempatan dakwah ini mungkin akan sulit direalisasikan di luar masa pandemi.

“Dengan adanya virtual kita mengenal zoom. Lagi-lagi setiap Allah menciptakan sesuatu maka di situ ada hikmah yang bisa kita dapatkan, tidak hanya hal-hal ciptaannya berupa kenikmatan, tapi juga ciptaannya yang berupa ujian,” ungkapnya, Sabtu  (25/9/2021), di acara Pengajian Virtual PCIM Malaysia.

Shabah Syamsi melanjutkan, di masa pandemi covid-19 juga muncul istilah-istilah baru, di antaranya ada PJJ. PJJ yang dimaksud bukan Pembelajaran Jarak Jauh, melainkan Pengajian Jarak Jauh. Kreatifitas ini harus tetap aktif dan berkembang terlebih di masa sulit seperti sekarang.

Dalam pandangannya, PCIM Malaysia diisi oleh kader-kader Muhammadiyah 24 karat. Mereka yang sejak usia muda aktif di persyarikatan, kemudian berdiaspora ke luar negeri, baik sebagai mahasiswa maupun Pekerja Migran Indonesia (PMI), masih aktif dan menyemarakan Muhammadiyah di tanah perantauan.

“Semangat berdakwah luar biasa, di tengah-tengah kesibukan mereka. Tetapi mereka masih menyempatkan untuk membagi waktunya buat umat, buat kepentingan agama,” imbuhnya.

Menyinggung tentang Islam sebagai Agama Cinta/Kasih Sayang, Shabah Syamsi menguraikan bahwa, rahmah yang secara sederhana dimaknai sebagai cinta atau kasih sayang sebenarnya tidak cukup, sebab makna rahmah lebih luas dari itu. Oleh karena itu perlu bagi setiap muslim untuk senantiasa mentadaburi Islam.

“Rahmah Allah itu sangat tidak terbatas, kalau kasih sayang kita kepada anak-anak dan sahabat kita sangat terbatas. Tetapi Dia (Allah) ar rahman dan ar rahim yang ada penafsiran betapa tak terbatasnya kasih sayang Allah itu sampai Allah membedakan antara ar rahman dan ar rahim,” ungkapnya.

Merujuk beberapa tafsir, ar rahman menurutnya adalah rahmat yang disampaikan kepada seluruh makhluknya, sedangkan ar rahim hanya terbatas kepada orang-orang mukmin. Meski demikian, secara keseluruhan kasih sayang Allah tidak terbatas.[*]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.