Indonesia Berdakwah

Israel Lancarkan Serangan Udara terhadap Hamas di Gaza

Bola api terlihat di Khan Yunis, selatan Jalur Gaza, menyusul serangan udara di kawasan tersebut, 23 Agustus 2021.[AFP]

TRANSINDONESIA.CO | Israel melancarkan serangan udara terhadap sebuah lokasi yang menurut mereka fasilitas militer Hamas di Jalur Gaza, Selasa pagi (7/9), setelah sebelumnya wilayah Israel mendapat serangan balon-balon api, kata militer Israel. Sementara itu, polisi Israel saat ini sedang mencari enam tahanan Palestina yang melarikan diri dari penjara dengan pengamanan ketat, kasus pembobolan penjara terbesar dalam puluhan tahun.

Jet-jet tempur menyerang bengkel pembuatan roket Hamas dan kompleks militer Hamas di Khan Yunis, kota di Gaza selatan, menurut pernyataan militer Israel. Mereka mengatakan kompleks itu memiliki pabrik semen yang digunakan untuk membangun terowongan yang digunakan untuk serangan teror dan sengaja ditempatkan di daerah sipil yang berdekatan dengan masjid dan tempat pengolahan air.

Militer Israel mengatakan, serangan udara mereka dilancarkan sebagai tanggapan atas balon-balon api yang diluncurkan oleh Hamas ke wilayah Israel. Peluncuran balon-balon itu kabarnya dilakukan untuk menunjukkan dukungan bagi enam pelarian, yang oleh Hamas dan kelompok-kelompok militan Palestina lainnya dipuji sebagai kemenangan heroik.

Bagi Israel, pelarian yang berlangsung melalui terowongan rahasia, kemungkinan dengan bantuan dari luar, merupakan insiden keamanan yang memalukan. Perburuan besar-besaran melalui utara Israel dan Tepi Barat yang diduduki berlanjut pada hari Selasa sewaktu orang-orang Yahudi merayakan Rosh Hashana, tahun baru Yahudi.

Para tahanan tampaknya telah bersembunyi dan tidak ada indikasi pihak berwenang Israel memandang mereka sebagai ancaman langsung.

Perkembangan terbaru ini menandai momen canggung bagi pemerintah koalisi baru Israel karena sedang berusaha tetap tenang setelah perang 11 hari yang menelan korban jiwa dengan Hamas pada Mei dan di tengah lonjakan infeksi virus corona.

Orang-orang Palestina menganggap para tahanan yang dipenjara oleh Israel sebagai pahlawan perjuangan nasional mereka. Banyak di antara mereka yang merayakan pelarian itu sebagai sebuah kemenangan di media-media sosial.

Upaya untuk menangkap enam pelarian kemungkinan akan membuat perhatian tercurah pada koordinasi keamanan Otoritas Palestina dengan Israel, yang sangat tidak populer di kalangan warga Palestina. Tidak ada komentar langsung dari Otoritas Palestina, tetapi partai Fatah pimpinan Presiden Mahmoud Abbas memuji pelarian itu. [ab/ka]

Sumber: Voaindonesia

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.