Indonesia Berdakwah

Emas dan Sumber Air

Ilustrasi. [Transindonesia.co /CDL]

TRANSINDONESIA.CO | Emas sekilas merupakan sesuatu yang luar biada dsn sangat berharga. Sedangkan air sering dianggap hal yang biasa biasa saja. Ada di mana mana dan semua orang bisa mendapatkannya. Emas kebutuhan tambahan, air merupakan kebutuhan pokok. Ada suatu cerita seorang raja yang sedang kehausan di padang gurun hingga ia sekarat dan ia bersumpah akan memberikan setengah dari kerajaan dan hartanya apabila ada orang yang memberikan segelas air kepadanya. Analogi cerita tersebut mengingatkan betapa pentingnya air dalam hidup dan kehidupan kita.

Untuk dapat bertahan hidup tumbuh dan berkembang dibutuhkan air bukan emas. Emas seringkali menjadi simbol dunia. Simbol kekuatan kekuasaan. Air menjadi simbol kehidupan. Dunia seringkali lebih menggoda daripada keutamaan. Mengikut Tuhan sarat aturan, perintah, kewajiban bahkan larangan namun itu jalan keselamatan dan menuju hidup kekal bahagia dalam keabadian. Sedangkan mengikut setan bebas apa saja boleh namun itu sebenarnya jalan sesat menuju penderitaan abadi.

Hidup ini sangat pendek, sudah sepatutnya setiap tetesan keringat dan waktu yang dilalui menjadi suatu keabadian yang tercatat dalam sejarah. Emas adalah efek atau dampak dari keutamaan. Hidup ini berlaku hukum tabur tuai.Tatkala hidup sebagai ujian dan kesempatan, diperjuangkan bagi kebaikan perbaikan dan demi hajat hidup banyak orang diperjuangkan maka air kehidupan akan mengalir dalam hidupnya.

Kekuasaan dan kekuatan tatkala dianalogikan sebagai emas, maka semua akan dilumuri angkara murka maka akan memperlebar dan mempercepat kehancuran yang baka. Emas sebagai simbol kuasa dan kemewahan dunia tatkala menguasai jiwa maka iman hingga kepandaiannya tidak akan mencapai pada kebijaksanaan.Kekuasaan kekayaan ketenaran duniawi tidak akan menjadi abadi tatkala sarat tipu daya angkara murka dan ketamakan. Kuasa dan kekuatan takjarang malah menjadi penghalang bagi kemanusiaan, karena jeratan jeratannya melampaui kemampuannya..

Kisah raja Midas yag amat tergila gila dengan emas ia berdoa memohon apa saja yang disentuhnya menjadi emas. Ia bahagia sekali di taman dan di mana mana ia bs mengubah ya menjari emas. Iapun lelah dan haus tatkala akan meminum air, tiba tiba airnya jadi emas. Bahkan tatkala menyentuh anaknya, dan anaknyapun menjadi emas. Penyesalan memang ada di belakang. Tatkala kuasa dan kekuatan tanpa hati nurani yang lupa bagi manusia dan kemanusiaanya maka akan sarat kelicikan ketamakan dan penyalahgunaan yang menyengsarakan bagi banyak orang.

Air sudah menjadi simbul kehidupan. Bagaimana dengan sumber air yangbdapat mengalir memberi nyali bagi manusia untuk hidup tumbuh dan berkembang. Keutamaan akan bertumbuh yang mampu melawan hal hal duniawi untuk tidak bersarang di hatinya merupakan kesadaran jiwa untuk bertanggung jawab dan disiplin bagi semakin manusiawinya manusia.

Terik Tegal Parang 250921
Chryshnanda Dwilaksana

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.