Indonesia Berdakwah

56 Anggota Tak Lolos TWK KPK Jangan Gengsi Ditarik Kapolri Jenderal Listyo Dukung Presisi

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). [Transindonesia.co /Dokumentasi]

TRANSINDONESIA.CO | 56 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) diharapkan tidak berkecil hati apalagi gengsi ditarik bertugas ke Mabes Polri dukung Presisi.

“Penyidik KPK yang ditarik kembali ke Bareskrim Polri tidak perlu gengsi apalagi berkecil hati. Polri membutuhkan anggota yang selama ini telah menangani tokoh tokoh besar dalam kasus korupsi selama menjadi penyidik di KPK,” kata Ketua Presidium Indonesia Cinta Kamtibmas (ICK), Gardi Gazarin, SH mengomentari “pemulangan” 56 anggota Pori yang selama ini di perbantukan di lembaga anti rasuah itu kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Menurut Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) periode 2014 – 2016 ini, justru anggota yang kembali ke Markas Besar Polri ini dengan track record nya dapat membangun sinergisitas bersama penyidik Polri yang ada saat ini di Bareskrim Polri untuk memperkuat penyidikan korupsi yang ditangani Polri.

“Hal ini diharapkan anggota yang selama ini menjadi penyidik KPK dapat memperkuat sinergi di Polri bisa lebih bergigi dalam mengungkap kasus korupsi,” kata Gardi Gazarin.

Lebih lanjut wartawan senior Harian Sore Ibukota ini berharap ke penyidik yang sudah sangat berpengalaman tersebut dapat membantu Polri mengungkap kasus mega korupsi.

“ICK berharap anggota yang back to Markas Polri dapat mengungkap mega korupsi, sehingga  Presisi Polri yang menjadi agenda Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mendapat kepercayaan masyarakat terhadap lebih tinggi lagi ke depannya,” ungkap Gardi Gazarin juga mengapresiasi kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menarik 56 penyidik KPK ke Bareskrim.

Lebih lanjut Gardi Gazarin mengatakan pengalaman anggota tersebut menangani korupsi dapat membantu Kapolri untuk mewujudkan Polri Presisi.

“Sebetulnya, pengalaman anggota itu justru mendukung kemajuan Polri agar semakin Presisi, yakni prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan. Lebih dari itu dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Jadi tidak usah gengsi, karena Institusi Polri punya Direktorat Tindak Pidana Korupsi  yang serius dan konsisten memberantas kasus korupsi sama dengan target KPK  berdasarkan undang-undang,” pungkas Gardi Gazarin.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan keinginannya untuk menarik 56 pegawai KPK yang tak lulus TWK sebagai ASN Polri.

Kapolri mengatakan keinginan merekrut 56 pegawai KPK itu telah mendapat persetujuan dari Presiden.

“Mereka akan ditarik Polri untuk memperkuat Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Ditpikor) Bareskrim Polri,” kata Kapolri dalam konferensi pers persiapan pembukaan PON XX Papua di Papua, Selasa (28/9/2021).

Jenderal bintang empat itu mengungkapkan alasannya merekrut pegawai KPK tidak lolos TWK, karena mereka memiliki rekam jejaknya dalam penindakan korupsi. “Jadi pengalaman mereka sangat dibutuhkan Polri,” katanya.[rls]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.