Indonesia Berdakwah

Catur Hidupkan Semangat Muda-Mudi Miskin di Kenya

Catur. [Transindonesia.co]

TRANSINDONESIA.CO | VOA – Lebih dari separuh warga ibu kota Kenya tinggal di permukiman kumuh, di mana sebagian anak mudanya terjerumus dalam narkoba dan kriminalitas. Di salah satu permukiman, sebuah kelompok memanfaatkan catur untuk membantu mentransformasi kehidupan anak-anak muda.

Sarah Momanyi adalah pemain catur di Mukuru Kwa Njenga, permukiman tidak resmi di Kenya.

Remaja 15 tahun ini sudah jadi pecatur handal, tapi awal perjalanannya tidak mudah.

“Waktu pertama kali main catur, sulit karena saya anak perempuan satu-satunya, dan nenek saya tidak pernah mendukung saya, karena bermain melawan laki-laki. Sulit sekali.”

Lima tahun lalu, kementerian olahraga memperkenalkan catur kepada warga disini, untuk menjauhkan anak-anak muda dari narkoba dan kriminalitas.

Setiap Sabtu, mereka latihan selama lima jam. Momanyi dan pemuda pemudi lain mengasah keterampilan dan strategi dalam bermain catur.

Inisiatif ini diikuti sekitar 800 murid dari berbagai sekolah di Mukuru Kwa Njenga, wilayah yang berpenduduk setengah juta orang.

Josephat Owila adalah instruktur catur nasional dan kepala pelatih Kementerian Olahraga.

“Secara sosial, mereka bagus karena bisa bergaul dengan orang lain dalam masyarakat dan juga di sekolah masing-masing. Mereka performanya bagus, berpikir kritis dan juga kreatif.”

John Mukabi, kepala Persatuan Catur Kenya, mengatakan kepada VOA cabang olahraga ini menghadapi tantangan di negara Afrika itu.

“Bagi permukiman tidak resmi, seperti disini di Mukuru Kwa Njenga, mereka tidak punya internet, mereka perlu laptop dan lain-lain dan juga papan catur.”

“Bagi permukiman tidak resmi, seperti disini di Mukuru Kwa Njenga, mereka tidak punya internet, mereka perlu laptop dan lain-lain dan juga papan catur.”*

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.