Indonesia Berdakwah

WNI dan WNA Karantina Berhak Banding Tes Usap COVID-19

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito berbincang dengan salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak kembali ke kampung halaman setelah selesai melakukan karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, Ahad (4/7/2021). [Transindonesia.co /Satgas Covid-19]

TRANAINDONESIA.CO | Pemerintah Indonesia melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memberikan hak kepada setiap Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) untuk banding tes usap atau _Swab Test_ terkait hasil tes _Reverse Transcription – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR)_ yang terbukti positif saat menjalani karantina.

Adapun hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam surat Nomor B-84.A/KA SATGAS/PD.01.02/07/2021 tentang Kedatangan dan Keberangkatan WNI dan WNA pada masa PPKM Darurat tertanggal 7 Juli 2021.

“Dalam hal ini, Satgas Penanganan COVID-19 hanya menerima hasil banding tes usap tersebut dari laboratorium maupun Rumah Sakit (RS) yang telah ditunjuk seperti Laboratorium RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, RS Polri dan RS Ciptomangunkusumo,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D, dalam keterangan tertulisnya diterima Sabtu (17/7/2021).

“Dalam hal hasil tes PCR pembanding menyatakan yang bersangkutan negatif setelah melewati waktu karantina (8 hari), maka yang bersangkutan bisa selesai dari karantina dan boleh melanjutkan perjalanan,” tambahnya.

Selanjutnya, apabila pelaku perjalanan internasional dinyatakan positif COVID-19 dengan gejala ringan di wilayah Jabodetabek, maka yang bersangkutan wajib melakukan isolasi mandiri di hotel yang ditentukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Soekarno-Hatta dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno-Hatta.[met]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.