Indonesia Berdakwah

Serangan Militan di Burkina Faso, Sedikitnya 132 Warga Sipil Tewas

Sejumla personel keamanan tampak di sebuah truk di Kota Ouhigouya di sebelah utara Burkina Faso, 5 November 2018.[AFP]

TRANSINDONESIA.CO | Pemerintah Burkina Faso mengatakan, Sabtu (5/6), jumlah korban tewas akibat serangan militan terburuk dalam beberapa tahun belakangan di Burkina Faso telah naik menjadi 132. Perkembangan itu disampaikan setelah beberapa orang bersenjata melakukan serangan semalaman ke sebuah desa di wilayah timur laut.

Para pelaku melancarkan serangan pada Jumat (4/6) malam, menewaskan warga Desa Solhan di Provinsi Yagha, yang berbatasan dengan Niger. Pemerintah dalam pernyataannya mengatakan mereka juga membakar rumah-rumah dan pasar.

Pemerintah memberlakukan periode berkabung nasional selama 72 jam. Pemerintah menyatakan para pelaku sebagai teroris, meskipun belum ada kelompok yang mengklaim tanggung jawab. Juru bicara pemerintah, Ousseni Tamboura, kepada para wartawan mengatakan sebanyak 40 orang lainnya terluka.

Serangan oleh ekstremis yang terkait al-Qaida dan ISIS di kawasan Sahel Afrika Barat telah naik tajam sejak awal tahun, terutama di Burkina Faso, Mali dan Niger. Kebanyakan korban adalah warga sipil.

Kekerasan di Burkina Faso telah menyebabkan 1.14 juta orang mengungsi dalam dua tahun lebih. Negara miskin itu juga menampung sekitar 20 ribu pengungsi dari negara tetangga, Mali. [vm/ft]

Sumber: Voaindonesia

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.