Seorang pemulung di gunung sampah. [Transindonesia.co /Dokumentasi Istimewa]
TRANSINDONESIA.CO | Sampah selalu ada dalam hidup dan kehidupan manusia. Sampah yang tidak dikelola maka akan menjafi masalah bahkan musibah. Sebaliknya, sampah yang dikelola dengan baik dan benar akan menjadi berkah. Sampah dapat menjadi sumber daya.
Pengelolaan sampah merupakan refleksi pereadaban. Setiap keluarga atau rumah tangga memghasilkan sampah. Mengelola sam0ah dapat dilakukan dari rumah. Peran serta warga masyarakat dalam mengelola sampah sangat penting karena sadar sampah menjadi wujud refleksi kecerdasan bangsa. Sampah yang dibuang serampangan sealain merusak suasana ini juga menjadi sumber petaka. Dari penyakit sampai rusaknya keteraturan sosial. Pengelolaan sampah yang dapat menjadi energi akan menkadi solusi bagi meningkatnya lualitas hidup dan kehidupan.
Pengelolaan sampah yang baik dan benar setidaknya dapat diberdayakan sbb :
1. Sampah sebagai Sumber energi
Sampah dapat diolah menjadi sumber gas yang dapat dijadikan energi listrik atau yang lainnya.
2. Sampah untuk recyceling/daur ulang. Material sampah yang ada dapat digunakan sebagai bahan olahan baru atau daur ulang bagi kepentingan keluarga ataupun barsng barang lainnya.
3. Sampah menjadi Lapangan pekerjaan. Para memulung dapat diberi pelatihan dan pengetahuan baik untuk pemilahan dan pengolahan limbah sampah.
4. Sampah untuk penataan lingkungan dan rekayasa sosial. Kawasan tempat pemrosesan dan pembuangan akhir ditata diolah atau dibudidayakan dengan penanaman pohon maupun kawasan bunga sehingga tatanan lingkungan tidak dibiarkan liar.
5. Sampah untuk humus atau kompos bagi pertanian.
6. Sampah sebagai bahan dasar seni.
Sampah menjadi berkah memerlukan kompetensibdan political will yang kuat. Sampah yang setiap harinya dari puluhan hingga ratusan ton tidak merusak hidup melainkan menjadi sumber kehidupan.
Penataan dan pengelolaannya dari cara yang sederhana hingga teknologi dapat dilakukan. Penyiapan sumber daya manusianya akan menjadi bagian pencerdasan masyarakat. Program mengelola sampah dari rumah menjadi bagian rekayasa sosial dan membangun peradaban krn dari kesadaran akan ada tanggung jawab dan disiplin.
Komunitas stake holder pengelolaan sampah selain menjadi solidaritas sosial, soft power bahkan smart power. Sampah sumber energi baru dan terbarukan. Penataan dan pengelolaan sampah selain untuk membangun budaya bersih juga refleksi bagi peradaban.
31 Mei 2021
Chryshnanda Dwilaksana
