Indonesia Berdakwah

Saat Mancing di Sungai Gansal Diterkam Buaya, Korban Ditemukan Sudah Meninggal

Korban diterkam buaya saat mancing di Sungai Gansal, Desa Penyaguhan, Batang Gansal, Indragiri Hulu, Riau ditemukan meninggal dunia, Selasa (2/3/2021). [Transindonesia.co /Sabar Menanti]

TRANSINDONESIA.CO | Tak disangka nasib Marlena Lahagu korban di terkam buaya saat mancing di pinggiran Sungai Gansal. Hal itu setelah dikabarkan kejadian sempat hilang, hingga di laporkan ke Mapolsek Batang Gansal, dan pihaknya langsung turun ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut Sekdes Penyaguhan Kecamatan Batang Gansal, Marwan pada awak media, Rabu (3/3/2021), korban meninggal di terkam buaya yang memiliki NIK 1405010206840001 asal alamat RT 003 RW 001 Ukui Dua dari PT Gandaerah Hendana itu merupakan pekerja di PT Panca Agro Lestari (PAL) yang memiliki satu anak dari istri.

“Korban bukan warga Penyaguhan, dan kejadiannya benar di Sungai Gansal wilayah Desa Penyaguhan yang bekerja di dalam perusahaan, dan korban mungkin di kebumikan disekitar pemakaman yang masih dalam areal perusahaan itu juga,” tukasnya.

Benar ada laporan warga kehilangan yang di terima Mapolsek Batang Gansal, telah ditemukan dalam keadaan tubuhnya terpotong terpotong yang di duga diterkam binatang buas.

“Dan warga yang hilang itu tinggal di areal Perumahan DIV II Baru PT. Panca Agro Lestari (PAL) Desa Penyaguhan, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau,” ujar Kapolres Indragiri Hulu AKBP Efrizal melalui Paur Humas Aipda Misran.

Pada Selasa 2 Maret 2021 sekira pukul 12.0O Wib, telah datang melapor ke polsek Batang Gansal atasa nama Tita Yanti Br Zega, 22 Th, Nias, Kristen, IRT, Perumahan PT PAL Desa Penyaguhan Kecamatan Batang Gansal,
Hari Senin tanggal 01 Maret 2021 sekira pukul 05.00 wib, dan tempat kejadian di pinggiran Sungai Gansal RT 15 Desa Penyaguhan.

Masih dijelaskannya , pada hari Senin 1 Maret 2021 sekira pukul 04.00 Wib, Marlena Lahagu membangunkan istri untuk memasak dan korban langsung menghidupkan musik dengan suara keras dan sekira pukul 05.00 istri korban mengisi bontot korban untuk di bawa bekal mancing dan korban langsung pergi tanpa permisi kepada istrinya, dan menurut keterangan istri korban, korban sudah terbiasa pergi memancing di waktu subuh dan pulang sekira pukul 18.00 /19.00 WIB.

Setelah dilakukan penyisiran, di lapangan ada ditemukan 1 buah pancing, 1 Tas Tempat Makanan, 1 buah Senter yang masih menyala, sejumlah ikan yang diduga hasil pancingan korban beserta tempatnya,1 bilah Parang dan 1 unit sepeda motor milik korban.

Kronologis penemuan, Selasa sekiar pukul 14.00 Wib, Kapolsek Batang Gansal IPDA Raditya Wahyu Aji Pambud beserta Personel Polsek Batang Gansal bersama masyarakat Desa Penyaguan memulai upaya pencarian di Sepanjang Sungai Gansal.

Sekira Pukul 18.00 Wib Personel Polsek Batang Gansal bersama Masyarakat sementara menghentikan upaya pencarian untuk melaksanakan Istirahat.

Tidak lama kemudian jelas Misran, pukul 19.30 Wib Masyarakat kembali melakukan upaya pencarian dengan cara menyisir sepanjang Sungai Gansal dengan menggunakan Perahu Boat, barulah menemukan tubuh manusia berupa sepasang kaki yang di duga korban.

Selanjutnya Kapolsek Batang Gansal beserta Personel dan Tim Medis Puskesmas Batang Gansal menuju TKP untuk segera mengevakuasi potongan manusia tersebut untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Akibat kejadian tersebut keluarga menerima dengan ikhlas serta menolak untuk di lakukan otopsi, sebab diyakini korban meninggal akibat serangan buaya.[sbr]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.