Penghargaan “Best Logistic and Trading – Structure Trade Finance Solution” se-Asia Pacific. [Transindonesia.co /Istimewa]
TRANSINDONESIA.CO | 8 Tahun sudah peristiwa itu berlalu. 21 Maret 2013, sebuah anugrah yang bertajuk “The Asset” Asian Awards diraih oleh PT. Pertamina Patra Niaga sebagai perusahaan dengan katagori “Best Logistic and Trading – Structure Trade Finance Solution” se-Asia Pacific yang diserahkan di Hotel Four Season Hongkong.
Hari itu, Wahyu Taqwa Dhie menerima penghargaan tersebut diiringi tepuk tangan meriah dari para Banker Internasional se-Asia Pasifik. Wahyu menerima penghargaan itu dalam kapasitasnya sebagai VP Corporate Treasury di PT. Pertamina Patra Niaga (saat itu merupakan salah satu VP termuda di lingkungan Pertamina Group). Bagi kawan-kawannya, Wahyu Taqwa Dhie dikenal sebagai Wahyu Kumis yang juga Ketua Alumni Boedoet (SMAN 1 Jakarta) Angkatan 89.
Pencapaian tersebut merupakan kerja tim yang diawali dari ide berdasarkan pengalaman dan kompetensi Wahyu Kumis yang saat itu menjabat sebagai VP Corporate Treasury di PT. Pertamina Patra Niaga yang merupakan VP termuda di lingkungan Pertamina Group, harus memberikan value serta kemudahan dalam bertransaksi import dan trading BBM apabila plafond fasilitas Letter of Credit nya sudah penuh. Dari situlah maka Wahyu Kumis berfikir dan beride untuk membuat satu Skim khusus yang dapat disosialisasikan serta dinegosiasikan kepada para vendor BBM di luar negeri dan di dalam negeri agar mekanisme pembayarannya dapat diterima dengan tanpa menggunakan Letter of Credit (namun tetap dipadukan secara trade finance secara lazimnya). Kata kunci Skim ini adalah meng-arrangement, memadukan, mengamankan, dan memenuhi kaidah perbankan.
Baca : Pertamina Pertama di Indonesia Terapkan Digitalisasi Integrasi Data Perpajakan
Setelah semuanya firm, maka Wahyu Kumis pun mendaftarkan skema tersebut bersama salah satu bankernya pada ajang “The Asset – Asian Awards” di Hongkong. Hari-hari yang mencemaskan adalah saat dilakukan fit and proper, dimana tim The Asset Hongkong melakukan assessment kepada para vendors dan bank pelaksana. Di luar dugaan, ternyata Skim tersebut dapat diterima dan lulus uji, malahan dapat mengalahkan beberapa kandidat dari negara lain yang turut serta dalam ajang pemilihan tersebut.
Uniknya, selama proses assesment berlangsung, dilakukan secara silent operation, mengingat ada resiko gagal. Selain itu juga Wahyu Taqwa Dhie mempersiapkan itu juga sebagai hadiah terbaik bagi PT. Pertamina Patra Niaga yang berulang tahun pada tanggal 27 Februari 2013. Sehingga ketika kepastian penghargaan itu didapat dan saat dilaporkan kepada Direktur Keuangan dan Direktur Utama saat itu, menjadi geger.

Berbekal pengalamannya dalam bidang trading BBM tersebut, anak Boedoet 89 ini pun tidak tinggal diam dalam mengaplikasikan pengalamannya di sektor trading dan logistik BBM Industri saat menjabat sebagai VP pada Pertamina Group. Di dalam negeri, melihat market Kalimantan Timur atas kebutuhan BBM Industri yang begitu besar, maka Wahyu Kumis pun membuat keterpaduan antara aplikasi dan sarana logistik dalam satu kesatuan Aplikasi pembelian BBM Industri: Go!Fuel
Suatu aplikasi untuk melayani pesan antar BBM Industri dengan menggunakan aplikasi daring (aplikasi ini disahkan oleh Museum Rekor Indonesia sebagai aplikasi pelayanan BBM Industri Pertama).
Baca : Fun Walks of Boedoet 89 Remembering the Route of Struggle and Romanticism in the High School Era
Penggunaan Mobil Tanki BBM secara Tematik Pertama di dunia siap mengantar pemesanan melalui aplikasi Go! Fuel (Mobil Tanki Tematik ini telah disahkan oleh Museum Rekor Indonesia sebagai aplikasi pelayanan BBM Industri Pertama).
Sistem Go! Fuel sudah menjadi system komunitas dan andalan bagi para pengguna mesin dan alat berat serta industri pertambangan selama ini di Kalimantan Timur.[miz]
