Indonesia Berdakwah

Polres Meranti Bongkar Prostitusi Online Anak Dibawah Umur

Polres Meranti menyita barang bukti prostitusi online anak dibawah umur di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Selasa (26/1/2021). [Transindonesia.co /Sabar Menanti]

TRANSINDONESIA.CO  – Kasus prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, berhasil diungkap polisi.Terungkapnya kasus tersebut bermula saat anggota kepolisian dari tim Opsnal Satreskrim Polres Kepulauan Meranti mendapat informasi tentang adanya praktek prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur, dimana dalam prakteknya pelaku berkomunikasi kepada para pelanggannya melalui aplikasi MiChat.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas akhirnya menemukan keberadaan pelaku dan korban di salah satu di Selatpanjang Kota.

“Dari laporan itu kita dalami, kita coba intai melalui aplikasi online MiChat, lalu kita membuat janji pertemuan dan melakukan pemesanan jasa prostitusi kepada pelaku, dari situlah akhirnya mereka kita amankan,” kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Harjito SIk melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Kepulauan Meranti, AKP Prihadi Tri Saputra SH MH, Selasa (26/1/2021).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tersangka mucikari yang ditangkap merupakan pasangan suami istri (Pasutri) muda yang merupakan warga Selatpanjang.

Diceritakan, kronologi kejadian terjadi pada Senin (25/1/2021) sekira pukul 23:00 WIB Opsnal Satreskrim Polres Kepulauan Meranti mendapat informasi tentang adanya praktek prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur.

Setelah melakukan janji melalui aplikasi tersebut, pelaku berkomunikasi kepada para pelanggannya. Kemudian tim melakukan penelusuran informasi tersebut dan melakukan upaya penjebakan dengan berpura-pura menjadi pelanggan dan jasa prostitusi kepada pelaku. Lalu pelaku meminta uang kepada pelanggannya sebesar Rp500 ribu untuk sekali kencan (Short Time)

Selanjutnya polisi langsung mengamankan kedua terduga pelaku yang mengantarkan korban ke hotel yang dijanjikan. Berdasarkan keterangan pelaku yang berinisial TFA (25), dalam melancarkan aksinya ia dibantu oleh istrinya yang berinisial AW (22) yang dilakukannya sejak satu tahun terakhir. Terhadap korban masih berusia 13 tahun yang sudah putus sekolah turut diamankan untuk dimintai keterangan.

Dari penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp602 ribu yang merupakan uang bayaran untuk korban, satu unit smartphone milik pelaku dan satu unit smartphone milik korban.

Atas perbuatan tersangka, polisi menjeratnya dengan Pasal 76F juncto Pasal 83 juncto Pasal 76I juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Lalu mereka juga dikenakan Pasal 2 Ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Saat ini pelaku dan korban sudah kita amankan di Mapolres Kepulauan Meranti untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ungkapnya.[rls/sbr]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.