Indonesia Berdakwah

Kematian Polisi Intensifkan Sorotan ke Penyerbuan Capitol AS

Pendukung Trump bentrok dengan polisi dan pasukan keamanan saat mereka menyerbu Capitol AS di Washington, DC pada 6 Januari 2021. (Foto: AFP)

TRANSINDONESIA.CO – Seorang polisi tewas karena cedera yang dideritanya sewaktu para pendukung Presiden Donald Trump menyerbu Capitol, gedung Kongres AS, suatu aksi kekerasan yang menimbulkan pertanyaan besar mengenai hari-hari yang tersisa dari masa jabatan presiden yang kalah pemilu itu dan kemampuan polisi Capitol untuk mengamankan daerah tersebut.

Polisi Capitol AS mengemukakan dalam suatu pernyataan bahwa Brian D. Sicknick cedera “sewaktu terlibat adu fisik dengan pengunjuk rasa” dalam kerusuhan hari Rabu (6/1). Ia adalah orang kelima yang tewas karena peristiwa tersebut.

Penyerbuan yang mengejutkan dunia dan menimbulkan kemarahan di Amerika ini memaksa tiga pejabat tinggi keamanan Capitol mengundurkan diri karena gagal menghentikan serangan itu. Ini membuat para legislator menuntut dilakukannya peninjauan terhadap operasi dan penjelasan dari FBI mengenai apa yang mereka sebut “serangan teroris.” Dan peristiwa ini juga mendorong evaluasi lebih luas mengenai Trump selama masa jabatannya dan apa yang akan terjadi di negara ini.

Para pengunjuk rasa didesak Trump dalam suatu rapat umum di dekat Gedung Putih sebelumnya pada hari Rabu untuk berangkat ke Capitol Hill, di mana para legislator dijadwalkan untuk mengukuhkan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden. Massa dengan cepat menerobos penghalang polisi, menghancurkan kaca-kaca jendela dan memasuki ruang-ruang Kongres, membuat para legislator bersembunyi.

Seorang demonstran, perempuan kulit putih, ditembak mati oleh polisi Capitol, dan ada puluhan lainnya yang ditahan. Tiga orang lainnya meninggal setelah mengalami masalah “darurat kesehatan” terkait penyerbuan itu.

Terlepas dari klaim berulang kali oleh Trump mengenai kecurangan dalam pemilu, para pejabat pemilu dan mantan jaksa agungnya sendiri telah menyatakan tidak ada masalah dalam skala yang dapat mengubah hasil pemilu. Semua negara bagian telah menyertifikasi hasil pemilu yang disebut berlangsung adil dan akurat, baik oleh para pejabat dari partai Republik maupun dari partai Demokrat.

Senator dari partai Republik Ben Sasse menyebut kabar kematian polisi itu “memilukan.”“Semua ini seharusnya tidak terjadi,” kata Sasse dalam suatu pernyataan.

Sicknick telah kembali ke kantor divisinya setelah insiden itu dan jatuh pingsan, sebut pernyataan itu. Ia dibawa ke rumah sakit setempat di mana ia kemudian dinyatakan meninggal pada hari Kamis.

Dua anggota partai Demokrat di komisi DPR yang mengawasi anggaran polisi Capitol menyatakan mereka yang bertanggung jawab harus ditahan untuk menjawab masalah kematian yang “tidak masuk akal ini.”

Sebelumnya hari Kamis, ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan hari yang tersisa dengan presiden yang berkuasa dapat menjadi “pertunjukan horror bagi Amerika.” Senada dengan itu, pemimpin fraksi Demokrat di Senat Chuck Schumer mengatakan serangan terhadap Capito adalah “pemberontakan terhadap Amerika Serikat, dihasut oleh presiden,” dan Trump tidak boleh bertahan menjabat lebih lama “satu hari pun”. [uh/ab]

Sumber: Voaindonesia

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.