Wow…Ternyata RS Covid Terbesar Dunia Ada di Indonesia

Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, saat berada di depan tower 1 dan 2 Rumah Sakit Darurat Covid Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kepala Pusat Kesehatan TNI ini adalah koordinator RSDC Wisma Atlet. Dengan daya tampung lebih dari 10 ribu pasien Covid-19, menjadikan RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat sebagai rumah sakit Covid-19 terbesar di dunia.[Transindonesia.co/Foto: HO-Joko Dolok]

TRANSINDONESIA.CO – Wah diam-diam, Indonesia memiliki catatan bersejarah skala dunia dalam penanganan pandemi Covid-19. Ini tak lepas dari Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat yang disulap menjadi Rumah Sakit Darurat Covid 19 (RSDC). Dengan daya tampung lebih dari 10.000 pasien Covid-19, menjadikan negeri ini memiliki rumah sakit penanganan Covid-19 terbesar di dunia.

RSDC Wisma Atlet Kemayoran dalam perang negeri ini melawan Covid-19, di komandani Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono Sp.S., M.A.R.S., M.H. Sedangkan komandan lapangannya, Letkol Laut drg. Muhammad Arifin Sp.Ort., M.Tr.Opsla.

Kapasitas super jumbo RSDC Wisma Atlet Kemayoran tak lepas dari sejarahnya sejak tahun 2018. Pada saat itu Wisma Atlet Kemayoran menjadi tempat penginapan peserta Asian Games 2018 dari berbagai negara di Asia. Sebagai catatan, Asia adalah benua dengan jumlah negara dan sekaligus penduduk terbanyak di dunia. Jadi bisa dibayangkan besarnya kapasitas Wisma Atlet yang kini disulap menjadi rumah sakit darurat Covid-19. Boleh dibilang,  posisi Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games 2018 menjadi berkah tersendiri pada saat ini.

Wisma Atlet Kemayoran mulai dibangun pada 2016 di atas lahan 10 hektare dan selesai pada awal 2018.  Properti negara ini terdiri dari 10 tower dengan luas bangunan 468.700 meter. Sebanyak 7 tower terletak di D-10, dan 3 tower di Blok C-2. Tiap tower terdiri atas rusun tipe 36 yang masing-masing dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, serta tempat mencuci dan menjemur pakaian.

RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat diresmikan langsung Presiden Joko Widodo pada 23 Maret 2020. Sejauh ini baru 7 tower di Blok D-10 yang digunakan untuk perawatan pasien Covid-19. Dari 7 tower, tower 4,5,6, dan 7 digunakan untuk perawatan pasien Covid-19. Sedangkan tower 1,2, dan 3 untuk manajemen, administrasi, dan penginapan para petugas.

Langkah pemerintah menjadikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat covid-19, membuahkan hasil optimal. Hingga Selasa 20 Oktober 2020, RSDC Wisma Atlet telah merawat 22.054 pasien Covid-19 dan 20.165 dinyatakan sembuh.

“Kita optimis pandemi Covid-19 bisa ditangani dengan baik karena angka kesembuhan yang meningkat,” kata Mayjen TNI Tugas Ratmono, Koordinator RSDC Wisma Atlet.

India-Sardar Patel COVID Care Centre

India juga memiliki RS Darurat Covid yang digembar-gemborkan sebagai terbesar di dunia, Sardar Patel COVID Care Centre di Delhi. Namun kapasitasnya yang berkisar 2.000-10.000  pasien Covid-19, membuatnya masih di bawah RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sardar Patel Covid Care Centre baru diresmikan pada 28 Juni 2020, tiga bulan lebih lambat dibanding RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Wuhan-China

Kapasitas RS Darurat Covid di Wuhan-China malah jauh lebih rendah dibandingkan RSDC Wisma Atlet maupun Sardar Patel COVID Care Centre-India. Dua rumah sakit darurat Covid-19 di Wuhan, China adalah RS Leishenshan dengan kapasitas 1.500 ranjang pasien dan RS Huoshenshan dengan kapasitas  1.000 tempat tidur. [Mada Mahfud]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co