Tunangan Khashoggi Gugat Putra Mahkota Arab Saudi

Hatice Cengiz, tunangan jurnalis Jamal Khashoggi dalam konferensi pers di Brussels, Belgia, 3 Desember 2019. (Foto: Reuters)

TRANSINDONESIA.CO – Tunangan Jamal Khashoggi, komunis surat kabar Washington Post yang dibunuh, hari Selasa (20/10) mengajukan gugatan hukum terhadap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di sebuah pengadilan di Washington DC.

Hatice Cengiz bersama Democracy for the Arab World Now Inc. (DAWN), mengajukan gugatan hukum terhadap MBS dan beberapa pejabat Arab Saudi lain. Menurut petikan dokumen pengadilan, mereka mengklaim bahwa, “mereka melihat tindakan Khashoggi di Amerika sebagai ancaman langsung terhadap uang dan kepentingan lainnya, dan karenanya bersekongkol untuk melakukan tindakan keji yang menjadi subyek gugatan ini.”

DAWN adalah organisasi nirlaba yang menggalakkan demokrasi, supremasi hukum, dan HAM bagi masyarakat Timur Tengah dan Afrika Utara yang didirikan oleh Khashoggi.

“Penyiksaan dan pembunuhan kejam terhadap Khashoggi mengejutkan hati nurai orang di seluruh dunia. Tujuan pembunuhan itu jelas untuk menghentikan advokasi Khasghoggi di Amerika, terutama sebagai Direkur Eksekutif DAWN bagi reformasi demokrasi di dunia Arab,” tambah petikan dokumen itu.

Gugatan hukum itu menyatakan bahwa Cengiz secara finansial tergantung pada Khashoggi dan “telah kehilangan cinta, persahabatan, dukungan moral dan kasih sayang yang sebelumnya ia rasakan.”

September lalu pengadilan Arab Saudi menjatuhkan vonis hukuman penjara terhadap delapan orang atas pembunuhan itu di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018. Menurut media setempat, lima orang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara dan tiga lainnya dihukum penjara antara 7-10 tahun.

CIA menyimpulkan dengan cukup yakin bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan itu. Ia menyangkal terlibat dalam hal apapun.

Khashoggi, yang adalah penduduk tetap Amerika, datang ke kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul itu untuk mengambil dokumen-dokumen yang akan mengijinkannya menikah dengan Cengiz, yang berkewarganegaraan Turki. Ia dibunuh di dalam kantor konsulat itu, sementara Cengiz menunggu di luar. Hal ini menimbulkan kemarahan masyarakat internasional.

Anggota faksi Demokrat dari negara bagian California, Adam Schiff, hari Selasa (20/10) mengusulkan RUU Akuntabilitas Kebebasan Pers Jamal Khashoggi “ untuk memastikan agar Amerika meminta pertanggungjawaban mereka yang melakukan pembunuhan di luar hukum dan pelanggaran berat hak asasi manusia lainnya terhadap wartawan.” [em/lt]

Sumber : Voaindonesia

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co