SELALU DITEMANI ALLAH

KH. Abdullah Gymnastiar.[Transindonesia.co/Istimewa]

TRANSINDONESIA.CO – Yang paling membuat hidup menderita adalah kesepian. Ada sebuah penelitian tentang nasi yang diberikan kata-kata.Yang satu itu dipuji, yang kedua dicaci, dan yang ketiga nasi itu tidak disapa sama sekali. Ternyata yang paling cepat busuk adalah yang tidak disapa. Yang dicaci itu busuk juga.Tapi yang paling baunya adalah yang tidak disapa.

Mengapa? Karena sebetulnya dimarah itu pun merupakan tanda perhatian.Tapi tidak disapa, tidak dimarah benar-benar tidak dianggap. Nah, ada manusia juga yang begitu. Yang tidak disapa, tidak dimarah merasa sangat kesepian, dan ini merusak sekali dirinya. Tetapi bagi orang yang beriman, sebetulnya kita tidak akan pernah merasa sendiri. Dimana pun dan kapan pun. Mengapa? Karena sesungguhnya Allah yang mencipta kan kita, benar-benar tidak lepas mengurus dan mengawasi diri kita.

”Wa huwa ma’akum aina maa kuntum, wallahu bimaa ta’maluuna bashiir.” (aI-Hadid [57]: 4)

Dan Dia bersamamu dimanapun kamu berada. Allah sekarang pasti sedang menatap kita. Dan Allah lah yang menciptakan kita, yang mengurus diri kita. Kita tidak tahu apapun tentang diri kita ini. Tidak tahu. Yang kita tahu sangat sedikit dibanding apa yang terjadi setiap saat pada tubuh ini. Triliyunan sel yang setiap saat bekerja pada detik yang sama ini, dan siapa yang mengurus? Sedangkan kita tidak tahu. Dia-Iah Yang Maha Tahu, yang menciptakan dan mengurus diri kita.

”Wa Iaqad khalaqnal insaana wa na’lamu maa tuwaswisu bihii nafsuhuu, wa nahnu aqrabu ilaihi min hablil wariidi.” (Qaf [50]: 16)

Dan sesungguhnya Kami-Iah yang menciptakan manusia, dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan hatinya. Seperti sekarang kita, Allah tahu apa yang ada di dalam hati kita. Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Jadi Allah tahu persis apa yang terjadi setiap saat pada diri kita. Dalam, luar bahkan lintasan hati. Dan Allah sangat tahu persis apa yang kita lakukan dimana pun dan kapan pun, karena tubuh ini milik-Nya dan Dialah yang menguasai. Allah tahu apa yang tersirat dalam pikiran kita, Allah Maha Tahu apa yang ada di lubuk hati terdalam kita. Allah tahu persoalan kita. Allah tahu persis apa pun yang kita butuhkan, dimana yang kita butuhkan, apa yang terbaik bagi kita.

Jadi sebetulnya di manapun kita berada, kita tidak pernah sama sekali sendirian. Pasti ada Allah. Allah bersama kita bukan seperti bersama begini, karena kita bersama ini ada jarak. Sedangkan Allah swt. tidak menyerupai dan diserupai apapun. Makanya kedekatan seseorang dengan Allah bukan jarak. Tapi kedekatan dengan Allah itu nanti terasa dari keyakinan di hati. Orang yang mengenal Allah dengan baik tidak pernah kesepian. Di rumah sendiri pasti ada Allah. Sibuk saja nikmat dalam bermunajat ibadah. Katanya orang di padang pasir nggak pernah sepi, bahkan di penjara kalau dia sudah mengenal Allah, dia dizalimi, lalu dimasukkan penjara, dia tidak pernah sepi. Karena tidak pernah sendiri, karena Allah tidak pernah lepas dari siapa pun yang Dia ciptakan dan Dia miliki.

Kesimpulan.Tidak pernah sendiri, sampai kapan pun, dimana pun. Allah, ”wa huwa ma’akum aina maa kuntum”.

Buku : Ikhtiar Meraih Ridha Allah Edisi 2

KH. Abdullah Gymnastiar

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co