Inggris Desak Pebisnis Bersiap Hadapi Akhir Masa Transisi Brexit

Seorang pria mengibarkan bendera Inggris pada hari Brexit di London, Inggris, 31 Januari 2020. (Foto: Reuters)

TRANSINDONESIA.CO – Pemerintah Inggris, Minggu (11/10), mendesak para pebisnis untuk mempersiapkan akhir periode transisi Brexit. Pemerintah mengatakan mereka perlu mengambil tindakan apakah kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa tercapai atau tidak.

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Inggris tidak akan memperpanjang masa transisi, yang berakhir pada 31 Desember. Untuk itu, kemajuan harus dibuat untuk menjembatani kesenjangan yang signifikan antara kedua belah pihak dalam beberapa hari mendatang jika kesepakatan ingin dicapai.

“Dengan hanya 81 hari hingga akhir masa transisi, pebisnis harus bertindak sekarang untuk memastikan mereka siap untuk Inggris yang baru mulai Januari,” kata Menteri Bisnis Alok Sharma.

“Tidak akan ada perpanjangan masa transisi, jadi tidak ada waktu yang terbuang.”

Pemerintah mengatakan pebisnis perlu melakukan hal-hal yang diperlukan, seperti memastikan staf mendaftar untuk hak tinggal dan mempersiapkan prosedur bea cukai saat berdagang dengan Uni Eropa.

Inggris secara resmi meninggalkan Uni Eropa pada 31 Januari setelah referendum pada 2016. [ah]

Sumber : Voaindonesia

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co