Kebakaran Hutan Oregon dan Washington Makan Tiga Korban Jiwa Tewas

Orang-orang berjalan di pinggir Samudra Pasifik sementara asap dari kebakaran lahan menutupi Seal Rock, Oregon.[Reuters]

TRANSINDONESIA.CO – Gubernur Oregon Kate Brown, Rabu (9/9/2020), mengatakan kebakaran hutan mematikan akibat tiupan angin kencang di berbagai tempat di daerah Barat Laut Amerika menghanguskan ratusan rumah di Oregon.

Dia memperingatkan korban jiwa dan harta benda kali ini bisa jadi yang terbesar dalam sejarah negara bagian itu.

Kobaran api dari ujung utara negara bagian sampai ke perbatasan California menyebabkan penutupan jalan raya dan langit berasap. Para petugas pemadam kebakaran harus berjuang untuk menahan dan memadamkan kobaran api yang membesar oleh hembusan angin dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Para pejabat di beberapa komunitas Oregon barat memerintahkan penduduk segera pergi untuk mengungsi, yang berarti mereka punya waktu beberapa menit untuk meninggalkan rumah mereka.

Dilansir Voaindonesia, kebakaran terjadi di sebagian besar negara bagian Washington dan Oregon yang jarang mengalami kebakaran hebat seperti itu karena iklim di kawasan itu yang sejuk dan basah.

Sedikitnya dua orang tewas dalam kebakaran di Oregon dan seorang anak kecil tewas dalam kebakaran di negara bagian Washington. Gubernur Brown mengatakan beberapa permukiman rusak parah, dan ratusan rumah hangus.

Di wilayah Barat Laut Amerika tampak pemandangan kendaraan memadati jalan raya untuk menghindari kebakaran.

Situasinya mirip dengan musibah kebakaran hutan yang menakutkan di California, di mana penduduk menyelamatkan diri dari api yang berkobar tidak terkendali di berbagai tempat di negara bagian itu. Para pejabat di wilayah Barat Laut Amerika mengatakan mereka tidak ingat pernah terjadi begitu banyak kebakaran yang merusak pada waktu bersamaan.[lt/ft]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co