Indonesia Berdakwah

Bareskrim Gulung Sindikat Internasional Penipuan Ventilator Covid-19

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memperlihatkan barang bukti sindikat internasional penipuan pembelian ventilator dan monitor Covid-19 senilai Rp56 miliar lebih di Mabes Polri, Senin (7/9/2020).[Transindonesia.co/Zulkarnain]

TRANSINDONESIA.CO – Bareskrim Mabes Polri menggulung tiga pelaku sindikat internasional penipuan pembelian ventilator dan monitor Covid-19.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan berawal ada perusahaan asal Italia yaitu Althea Italy dan perusahaan asal China yaitu Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics yang melakukan kontrak jual beli terkait dengan peralatan medis ventilator dan monitor COVID-19.

“Beberapa kali pembayaran telah dilakukan kemudian di pertengahan perjalanan ada seorang yang mengaku GM dari perusahaan Italia tersebut kemudian menginformasikan bahwa terjadi perubahan rekening terkait dengan masalah pembayaran sehingga kemudian atas pesan yang masuk dari email tersebut kemudian rekening untuk pembayaran dirubah menggunakan bank di Indonesia,” kata Komjen Sigit kepada wartawan di Bareskrim Polri, Senin (7/9/2020).

Interpol Indonesia kemudian mendapatkan informasi adanya dugaan tindak pidana penipuan dari Interpol Italia. Selanjutnya informasi itu diteruskan ke Subdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Polri.

Berdasarkan hasil penelusuran, tim dari Bareskrim Polri menduga ada tindak pidana yang dilakukan oleh sindikat internasional Nigeria-Indonesia dengan modus BEC (Business Email Compromise) perusahaan Althea Italy. Korban diketahui sudah melakukan transfer sebanyak tiga kali ke rekening salah satu bank di Indonesia senilai EUR 3.672.146,91 atau setara dengan Rp56 miliar lebih.

“Atas kerja sama dari Interpol Italia, Interpol Indonesia, Bareskrim Polri dan dibantu rekan-rekan PPATK kita berhasil menangkap pelaku di mana kita tangkap yaitu di Jakarta di Padang dan kemudian di Bogor, jadi dari kegiatan tersebut maka kita telah mengamankan uang pada rekening penampungan yang ada di rekening bank Syariah senilai Rp56 miliar,” ujar Sigit.

Total sejauh ini ada tiga orang yang sudah ditangkap tim Bareskrim Polri yaitu SB, R dan TP. Sedangkan satu orang lain yaitu warga negara Asing (WNA) berinisial DM masih dalam pengejaran.

Para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 263 KUHP atau Pasal 85 UU No.3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana dan atau Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) tentang ITE Jo Pasal 55 KUHP atau Pasal 56 KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 dan atau Pasal 6 dan atau Pasal 10 UU No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Adapun barang bukti yang diamankan yaitu uang pada rekening penampungan sejumlah Rp56 miliar unit mobil, aset tanah dan bangunan di Banten dan Sumatera serta dokumen perusahaan.[kar/mil]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.