Indonesia Berdakwah

Polisi Tangkap 7 Nelayan Pakai Bom Ikan Berdaya High Explosive

Tujuh nelayan menangkap ikan menggunakan bom rakitan berdaya high explosive ditangani Polres Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin (22/6/2020). [TRANSINDONESIA.CO/Istimewa]

TRANSINDONESIA.CO – Polisi menangkap 7 nelayan ditetapkan sebagai tersangka menangkap ikan secara ilegal dengan menggunakan bom. Polres Pangkep, Polda Sulawesi Selatan, menyita sejumlah barang bukti seperti detonator, kompresor, hingga kapal.

“Daya ledak bom yang digunakan para nelayan masuk kategori high explosive dan dapat merusak biota laut. Jadi mereka ini menyelam dulu ke laut. Kalau mereka lihat banyak ikan, nah di situ mereka melempar bom ikannya. Daya ledak bom ikan rakitan ini termasuk high explosive dan jelas merusak biota laut,” kata Kasatpol Air Polres Pangkep, Iptu Deki Marizaldi kepada wartawan, Senin (22/6/2020).

Menurut Deki, ketujuh tersangka merupakan satu komplotan yang sudah lama malang melintang di perairan Pangkep yang menjual hasil ilegal fishing mereka sampai ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Iptu Deki mengatakan, bahan peledak yang digunakan oleh pelaku itu semuanya rakitan.

“Semuanya rakitan, jadi bahan peledak yang mereka gunakan ini sangat berbahaya. Bukan saja buat ekosistem laut, tapi juga buat dirinya. Sudah banyak kasus, malah mereka yang jadi korban,” ungkap Deki seraya menyatakan ketujuhnya disangkakan pasal 84 ayat 1 Undang-undang Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp1,2 miliar.[and]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.