New Normal dalam Road Safety Policing

[Brigjen Pol. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si – Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri]

TRANSINDONESIA.CO – Road safety policing merupakan pemolisian pada upaya upaya mewujudkan lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar. Hakekat dari road safety policing adalah pada meningkatnya kualitas keselamatan dan menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan. Terbangun budaya tertib berlalu lintas dan adanya pelayanan prima di bidang lalu lintas angkutan jalan.

Di masa pandemi Covid-19, lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan terdampak dan harus dibatasi hingga di lock down. Pergerakan, traveling yang menjadi pilar produktivitas seolah-olah lumpuh. Kebijakan-kebijakan yang mengatur pembatasan atau pelarangan pergerakkan adalah demi kemanusiaan untuk mengatasi penyebaran pandemi Covid-19 yang begitu masif.

Di dalam new normal ada kebijakan membuka kembali pergerakkan atau sistem transportasi secara bertahap. Agar produktifitas dan aktivitas agar masyarakat dapat bertahan dan bangkit kembali untuk dapat hidup tumbuh dan berkembang. Tentu dengan standar standar protokol kesehatan, tetap menggunakan masker, tetap jaga jarak, membatasi kapasitas dsb. Disiplin warga masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan new normal ini.

Polisi di dalam menangani lalu lintas secara manajerial maupun operasional melakukan upaya upaya mendukung pendisiplinan masyarakat melakukan kontrol sosial dan memberikan pelayanan pelayanan yang prima di era new normal adalah membangun sistem yang berkaitan dengan:

1. Edukasi yang dikembangkan menjadi sistem literasi road safety.

2. Penegakkan hukum yang dikembangkan dalam sistem data kecelakaan, data pelanggaran secara on line atau berbasis AI dan IoT, penegakkan hukum secara elektronik dan membangun sistem patroli pada polisi jalan raya.

3. Rekayasa lalu lintas dengan membangun sistem algoritma road safety melalui sistem pemetaan wilayah dan masalah secara digital berbasis pada: a. data jalan, b. data kendaraan, data pergerakkan, c. data kecelakaan, d. data pelanggaran, e. data trouble spot dan black spot  f. data dari kajian antar moda transportasi angkutan umum, g. data yang berkaitan angkutan sungai danau pan penyeberangan, data perbatasan, h. data road safety yang berkaitan dengan pariwisata, i.  kajian kajian smart city, dsb.
Yang dapat disajikan dalam sistem info grafis, info statistik dan info virtual yang on time real time dan any time. Apa yang tersaji juga dapat sebagai produk masukkan untuk memprediksi, mengantisipasi dan memberi solusi.

4. Registrasi dan identifikasi yang berkaitan dengan kendaraan bermotor dibangun ERI (electronic registration and identification) merupakan sistem sistem data kendaraan bermotor berbasis pada ANPR (autimatic number plates recognation) berasis aplikasi pada on board unit RFID, QR dan sistem sistem online nya pada BPKB, STNK dan TNKB.
Dengan sistem sistem tersebut registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dapat berfungsi sebagai penjamin legitimasi keabsahan asal usul kepemilikan dan sebagai fungsi kontrol yang dikaitkan penegakkan hukum dan mendukung forensik kepolisian maupun pelayanan prima kepolisian.
Registrasi dan identifikasi pengemudi atau SIM berkaitan dengan sistem safety driving dan safety riding dari sekolah mengemudi, sistem uji SIM, sistem penerbitan SIM. Yang juga akan dikaitkan pada fungsi kontrol penegakkan hukum dan pelayanan prima yang dikembangkan pada sistem Traffic Attitude Record ( TAR) dan program de merit point system (DMPS) pada sistem perpanjangan SIM.
Dengan adanya ERI akan mendukung program program pemerintah berkaitan ERP,  E-Parking, ETC, E-Banking, E-Samsat, bahkan ETLE.

5. Membangun pusat K3i (komunikasi koordinasi komando pengendalian dan informasi) yang dapat mengintegrasikan antar fungsi dan stake holder. Yang dapat memonitor mengendalikan melakukan komunikasi dan solusi dalam sistem call centre dan quick response. Pusat k3i juga berfungsi sebagai comand centre bahkan crissis centre yang mampu menggerakkan emergency policing maupun disaster policing. Pusat k3i ini sebagai back office dan sebagai big data system dan one gate service system.
Pusat k3i ini didukung dalam sistem sistem IT for road safety (TMC, ERI, SSC, SDC, INTAN, TAR dan DMPS). Pada pusat K3i dikelola dalam smart manajemen diawaki oleh cyber cops yang mampu memberikan sistem pelayanan virtual maupun aktual.

6. Membangun sinergitas antar pemangku kepentingan di dalam membangun smart city (smart living dan smart mobility) pada program-program yang diimplementasikan dalam RSPA (road safety partnership action). Implementasi RSPA pada tingkat Polres, Polda, maupun Mabes (*Korlantas). Sinergitas ini didukung sistem sistem yang dapat mensinergikan sistem data masing-masing stakeholder dlm sistem protokol data.

7. Membangun road safety research and development yang akan menjadi pusat dalam melakukan kajian kajian analisa dampak lalu lintas dan penelitian penelitian berkaitan dengan road safety. TARC (traffic accident research centre), laboratorium road safety, serta penerbitan jurnal ilmiah tentang road safety atau sebagai road safety brief.

8. Koordinasi dan pengembangan sistem penegakkan hukum lalu lintas yang tidak sebatas pada pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, melainkan dapat terus dikembangkan pada upaya-upaya E-Sidik dan pengungkapan kejahatan kejahatan berkaitan dengan road safety baik administrasi, penyimpangan perilaku maupun hal hal illegal atas dokumen maupun kegiatan-kegiatan yang merusak maupun membahayakan lalu lintas, dsb.

New normal pada road safety policing dibangun pada pilar: literacy road safety, road safety coaching, intellegent road safety media management dan algoritma road safety.

Tata normal baru akan mampu memberikan pelayanan pelayanan: keamanan, keselamatan, hukum,administrasi dan kemanusiaan secara prima.

Terkendalinya lalu lintas yang aman selamat tertib dan lancar. Meningkatnya kualitas keselamatan, menurunnya tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas. Terbangun budaya tertib berlalu lintas dan adanya pelayanan prima di bidang road safety yang memenuhi standar: kecepatan, ketepatan, tingkat akurasi yang tinggi, transparansi, akuntabilitas (secara: moral, hukum, administrasi dan fungsional), informatif dan mudah diakses.[cdl]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co