Buron Pembacok Anak Buah NK Menyerahkan Diri ke Polsek Cimanggis

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memberi keterangan pers penangkapan buron pembacokan anak buah Nus Kei di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/6/2020). [TRANSINDONESIA.CO/Ismail Hasibuan]

TRANSINDONESIA.CO – Selama dalam pelarian, lima anak buah John Kei yanh buronberhasil ditangkap, seorang do antaranya menyerahkan diri ke Polsek Cimanggis, Polres Metro Depok.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan, kelima orang yang menyerahkan diri itu memiliki peran masing-masing dalam kasus penyerangan terhadap kelompok Nus Kei.

SR atau T  berperan membacok anggota kelompok Nus Kei hingga meninggal dunia di wilayah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. “Ya, dia ikut membacok korban yang meninggal dunia,” kata Yusri dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/6/2020).

Yusri mengungkapkan, T berdomisili di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Namun, setelah mengetahui dirinya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), ia pun bersembunyi di rumah pamannya yang berada di Depok.

T kemudian memutuskan untuk menyerahkan diri kepada polisi. Sebab, ia merasa khawatir akan mendapatkan serangan balik dari kelompok Nus Kei kepada dia dan keluarganya.

“Karena dia resah, takut keluarganya terancam, kemudian menyerahkan diri ke Polsek Cimanggis yang terdekat dari rumah pamannya,” katanya.

Sementara itu, polisi menangkap DPO berinisial YPR di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Kamis (25/2020). Yusri menyebut, YPR hanya terlibat dalam pemufakatan jahat untuk menyerang kelompok Nus Kei. Polisi pun menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan anak panah, saat menggeledah kediaman YPR.

“Dia (YPR) ikut dalam perencanaan bersama-sama, tetapi yang bersangkutan tidak berangkat ke TKP (penyerangan),” ungkap Yusri.

Selanjutnya, tiga DPO ditangkap di Kampung Simpang, Cianjur, Jawa Barat. Masing-masing berinisial WL, FGU, dan VHL memiliki peran yang berbeda-beda saat beraksi di Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

Yusri menjelaskan, pelaku WL berperan melakukan penembakan saat hendak meninggalkan perumahan tersebut dengan menggunakan senjata api rakitan. Sehingga mengakibatkan satu orang pengemudi ojek daring mengalami luka di bagian kaki lantaran terkena serpihan tembakan.

Kemudian, pelaku VHL merupakan sopir mobil yang digunakan oleh para pelaku. Ia sempat menerobos pintu gerbang perumahan dan menabrak seorang petugas sekuriti.

“(Pelaku) FGU perannya di dalam kendaraan ada bensin (yang dimasukan ke) dalam plastik. Ada rencana melempar dan membakar rumah NK (Nus Kei),” ungkapnya.

Saat ini, polisi memburu tujuh orang anak buah John Kei yang turut terlibat dalam aksi penyerangan di dua lokasi berbeda pada Ahad (21/6/2020) lalu. Adapun penyerangan itu dilakukan atas dasar persoalan pembagian uang hasil jual tanah antara John kei dan Nus Kei

“Sekarang kita berhasil mengamankan ada lima DPO, masih ada sekitar tujuh DPO lagi. Satu DPO yang menyerang (kawasan) Cengkareng dan enam DPO kluster Green Lake City,” imbuh Yusri.[ram/mil]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co