Penyiapan bilik sehat di GOR Pademangan sebagai sarana karantina mandiri warga Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (5/6/2020). [TRANSINDONESIA.CO/Mirza Ichwanuddin]
TRANSINDONESIA.CO – Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, termasuk wilayah yang masuk dalam kategori Merah persebaran Pandemic Covid-19 di Jakarta. Update kasus Covid 19 Kec Pademangan, 3 Juni 2020.
Positif Swab (Total: 197 dari 818 sample). Kel.Pademangan Barat: 144 org. Kel.Pademangan Timur: 33 org. Kel.Ancol: 20 org.
Positif Rapid/menunggu hsl swab (Total: 94 dari 1714 sample)
Kel.Pademangan Barat: 67 org
Kel.Pademangan Timur: 13 org.
Kel. Ancol: 14 org.
Sembuh (total 132)
Kel.Pademangan Barat: 93 org
Kel.Pademangan Timur: 17 org
Kel.Ancol: 22 org
Meninggal (total: 14)
Kel.Pademangan Barat : 13 org
Kel.Pademangan Timur :2 org
Kel. Ancol : 0
Camat Pademangan, Mumu Mujtahid pun mengakui akan tingginya angka Covid-19 di wilayahnya, “Angka itu tinggi, karena sengaja kita kejar angkanya lewat rapid test massal/Swab test yang sudah kita lakukan sejak 6 April 2020 sampai terakhir kita lakukan itu sehari sebelum lebaran sementara sekarang ini kita break dulu” ujarnya, Jumat (5/6/2020).
Namun, lanjut Mumu, “Mulai Senin (8/6/2020) nanti kita lakukan lagi dengan target sehari 80 orang. Kita jadi tahu warga mana yang positif covid-19, dan umumnya mereka dalam keadaan stabil/sehat maka akan lebih mudah penanganannya, yaitu cukup dengan isolasi dan istirahat selama minimal 14 hari”.
Strategi Camat yang melewati masa kecilnya di wilayah Pademangan itu pun terbukti, 132 orang warganya sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Bagi warga yang memerlukan perawatan khusus lanjutan dikirim ke RS rujukan termasuk RS Darurat Wisma Atlet, sementara sebagian lagi yang lebih sehat dikarantina mandiri di kediamannya masing-masing.
Tetap faktor kedisiplinan jadi kendala bagi yang dikarantina mandiri di kediamannya masing-masing, “Karena sulit tertibnya, mereka kadang jadi butuh waktu lebih lama sembuhnya dan berpotensi menularkan ke keluarganya dan orang lain”.
Strategi monitoring Camat Pademangan itu sekaligus edukasi terhadap mereka yang isolasi mandiri di rumah dengan mendirikan dapur umum menyuplai konsumsi harian mereka dengan asumsi mereka isolasi dengan benar. Tapi petugas pengantar makanan, mendapati mereka ada yang berkeliaran di luar rumah dan bergerombol dengan tetangga, ngerumpi.
Atas temuan ini, Camat Pademangan pun memaksimalkan GOR Pademangan yang letaknya bersebelahan dengan Kantor Kecamatan Pademangan untuk dijadikan bilik sehat agar monitoring warga yang mengisolasi mandiri mudah pengawasannya. Mereka mayoritas menolak dikirim ke RS Darurat Wisma Atlet meski letaknya tidak terlalu jauh, di wilayah Kel Pademangan Timur dengan alasan jauh. Jadi dengan adanya bilik sehat dekat dengan kediaman mereka kemungkinan besar mau dan khususnya bagi warga RW 12 Kel Pademangan Barat yang angka Covidnya cukup tinggi.
Gencarnya Rapid Test/Swab Test massal bukan tanpa alasan dilakukan oleh Camat Pademangan ini, “Ibarat perang, maka saya ingin musuhnya keliatan, minimal tau dia ngumpetnya dimana. Selanjutnya kita bisa bentengin orang yang jadi tempat persembunyian si virus itu. Kita mengarantina bukan yang berat-berat karena umumnya mereka terlihat stabil. Dengan suplai makanan yang bergizi dan vitamin InsyaAllah mereka bisa melewati masa karantina itu. Yah memang, suplai dapur umum kita ga sehebat Wisma Atlet yang penting makanannya enak dan kita kasih buah pengganti vitamin”.
Inisiatif dapur umum itu murni inisiatif pribadinya dan patungan dengan rekan kerja di kantor Kecamatan Pademangan.
“Awalnya kita kirim sebanyak 100 paket sembako namun karena warga melihat kita sudah gerak, Alhamdulilah bantuan pun mengalir dengan sendirinya. Dari rencana cuma dua minggu, maka persediaan stok bisa untuk masak selama 1,5 bulan”, ujar Mumu menjelaskan.
Arahan Gubernur DKI, Anis Baswedan terkait penerapan Pembatasan Sosial Berskala Lingkungan/Lokal (PSBL) disambut Pihak Kecamatan Pademangan dengan melakukan mapping sesuai data kasus Covid per RT di masing-masing wilayah RW.
“Nanti kita arahkan agar para Ketua RW musyawarah dengan para Ketua RT dalam sosialisasi kepada warga dan tindak lanjutnya berupa kesepakatan bersama dalam rangka menuju wilayah hijau alias tidak ada lagi kasus positif Covid”, lanjut Mumu lagi, “Secara teknis para Ketua RT paham kondisi wilayahnya, kelurahan dan kecamatan hanya akan memback-up mereka. Sebaran Covid pun dalam skala wilayah yang lebih kecil tidak semua sama. Jadi tidak pukul rata semua RW seperti RW di Kel Pademangan Barat dan nantinya juga akan dilakukan Rapid/Swab test massal guna case finding Covid 19”. [miz]
