M A S K E R

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CO – Masker menjadi trend di masa pandemi Covid-19. Berbagai model dari kain sampai model yang di desain sedemikian rupa, dari yang gratisan sampai dengan jutaan harganya ada.

Masker dahulu menjadi penutup kaum yang sedang sakit atau tanda kurang sehat, tak jarang digunakan kaum penjahat saat beraksi melakukan kejahatan.

Masker seolah menjadi ikon pandemi Covid-19. Serangan utamanya paqpernafasan paru paru ygw tentu saja bagi tidak tahan pasti wes ewes ewes bablas nyawane.

Di masa pandemi Covid-19 ini daya tahan suatu komunitas suatu masyarakat sampai dengan suatu Bangsa bisa dikatakan terdampak. Perjuangan mengatasi pandemi Covid-19 merupakan suatu kewajiban segenap komponen anak bangsa untuk bersatu mengatasi. Masker untuk melindungi mulut hidung dan nafas dari serbuan virus bukan untuk menutupi hidden agenda.

Selubung niat busuk akan nampak walau memakai masker. Masker bukan untuk mengelabuhi atau mengatasnamakan, bukan untuk menjegal bukan untuk hal-hal yang inkonstitusional. Era bersatu bersinergi bukan lagi waton suloyo. Kepatuhan di era pandemi Covid-19 ini menunjukkan refleksi kebudayaan bahkan peradaban suatu masyarakat atau suatu bangsa.

Tatkala ada hasutan atau ajakan menantang atau pandang enteng atau melawan anjuran pemerintah dengan berbagai pembenarannya apakah refleksi dari suatu peradaban? Bangsa ini ada dan dibangun oleh para bapak Bangsa untuk melawan penjajah. Namun pasca kemerdekaan adalah melawan bangsanya sendiri terutama kebodohan dan pembodohan pembodohan.

Era pandemo covidw walau berdampak dalam berbagai kehidupan sosial namun memberikan masker untuk melindungi Bangsa pada Bangsa dan tumpah darahnya. Ujaran kebencian hasutan anarkis menjadi unggulannya dibalik berbagai masker pembenarannya. Kekuatan patriotisme anak Bangsa dalam membangun solidaritas sosial akan menjadi masker waras yang tangguh mengatasi busuknya masker masker yang akan memporak porandakan keteraturan bangsa ini.

Masker menjadi ikon pelindung bangsa untuk tetap waras berjuang berdaya tahan dalam menghadapi cobaan pandemi Covid-19. Solidaritas sosial dapat dibangun melalui rekayasa sosial atau social engineering.

Keteraturan suatu Bangsa merupakan daya tahan suatu Bangsa untuk merecovery dampak pandemi Covid-19. Keteraturan sosial merupakan wujud daya tahan yang diwujudkan dari kesadaran tanggung jawab segenap anak Bangsa. Keteraturan sosial merupakan jaminan bagi segenap anak bangsa untuk bertahan bangkit dan merecovery kerusakan kerusakan sosial menjadi produktif kembali.**

[Chryshnanda Dwilaksana]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co