J A N J I

TRANSINDONESIA.CO – Janji kalau tidak ditepati, ya lali atau lupa. Janji seringkali dikatakan sebagai utang. Janji bisa juga bujuk rayu kepura puraan untuk menyenang nyenangkan. Atau solusi penjilatan atau agar mendapat dukungan. Janji merupakan kekuatan untuk memberi harapan. Janji mudah diucapkan namun sulit diwujudkan. Apalagi apa yg dibutuhkan sudah tercapai janji bisa saja langsung dicampakkan.

Janji KW atau janji palsu ditabur dimana mana di semua lini ada. Semakin ke atas janjinya semakin banyak. Ada yang mengatakan saya tidak mau memberi janji. Takut dikatakan PHP pemberi harapan  palsu. Janji janji ini memang menarik dan berefek kejiwaan dan harapan yang semakin hari semakin besar. Dalam bidang politikpun janji bisa dapat dari wangsit atau ramalan yang secara fisik atau kasunyatan sulit dijelaskan apalagi dibuktikan.

Janji yang terpenuhi atau terwujud seolah merupakan kabegjan atau keberuntungan. Diberi janji sama juga diberi nafas lebih panjang walaupun napas di ruang yang hampa. Kekuatan dan tekad bulat para penerima janji siap menghadapi kasunyatan. Akan terbukti atau tidak itulah janji. Bahkan yang akan janji sehidup semati pun bisa melakukan ingkar.

Janji hanyalah ilusi jangan terlalu berharap pada janji apalagi pemberi janji pada tingkatan yang tinggi. Pasti lupa dan tidak merasa berjanji kalau sudah jaya. Karena janji itu semacam takaran jual beli wani piro. Janji bukan dagangan gratis. Bukan sekedar diucapkan. Janji bisa juga pancingan. Memancing kemanfaatan. Janji merupakan program kroni yang dasarnya utang budi atau like and dislike dengan segala pendekatan impersonal.

Janji dalam birokrasi menunjukkan kekuatan dan kekuasaan otoriter. Menunjukkan janji akan berujung materi. Bagi yang membeli janji tidak terbukti maka akan berteriak kecopetan lah  kena garong lah, dan sebagainya. Umpatan dan ungkapan kekecewaan bertaburan. Janji biasanya tanpa bukti produk lidah yang tak bertulang. Yang berjanji tatkala ditagih akan ngeles. Yang dapat janji merana, kena janji yang tidak jelas. Janji dan apa yang dijanjikan sama sama uap dan bisa saling melibas. Korbannya selalu yang dapat janji harapan tinggal lah  harapan bahkan jadi kenangan tak terlupakan.

Selamat berjanji untuk tidak berjanji lagi.**

[Chryshnanda Dwilaksana]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co