Jika Benar Mengapa Takut?

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.CONek wani ojo wedi wedi nek wedi ojo wani wani. Kalau berani jangan takut takut dan jika takut jangan berani berani. Berani karena benar dan kadang menjadi takut karena ditekan diancam bahkan dihanyutkan dengan berbagai iming iming. Bisa saja sudah mengatakan hal benar namun tiada yang terharu.

Berteriak di tengah orang orang yang mabuk dan membanggakan kebenaran sehingga tuli dan buta akan kebenaran. Mungkin saja kebenaran dianggap selilit di sela sela gogi atau selumbar di dalam mata.

Hal yang benar seringkali pahit dirasakan walaupun mampu mengobati sudah di label buruk di depannya. Dari dilabel sok sok an sampai dianggap tidak loyal.

Orang orang besar semua mengalami hal itu dari dimusuhi, dikucilkan hingga dimatikan.

Kebenaran tetaplah kebenaran sekalipun dibusukan suatu ketika akan terkuak dan terbuka mata banyak orang terkagum bagai harapan dari kotak pandora.

Tan Malaka mengatakan suaraku lebih lantang dan lebih keras dari dalam kubur dibandingkan saat aku hidup. ***

[Chryshnanda Dwilaksana]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co