Proactive and Problem Solving Policing: Antisipasi Konflik Sosial Pemolisian Masa Pandemi Covid-19

Foto Ilustrasi (redpepper.org.uk)

TRANSINDONESIA.CO – Pemolisian di masa sulit serba sarat dengan wabah virus corona membuat kepanikan, ketakutan, wajib tinggal di rumah hingga lockdown. Kondisi seperti ini membuat keteraturan sosial terganggu bahkan dapat berdampak konflik sosial hingga terjadi chaos. Pembangkangan warga pun dapat berdampak luas.

Haruskah polisi libur melayani? Tentu saja tidak. Di sinilah polisi melayani dengan cara-cara yang solutif tanpa mengabaikan anjuran pemerintah untuk tetap waspada menjaga jarak, menjaga kesehatan, memotivasi pikiran positif, hati bergembira penuh dengan rasa syukur dan lain sebagainya.

Sistem pelayanan kepolisian yang dapat dilakukan di masa pandemi Covid-19 yang proaktif dan problem solving adalah dengan pelayanan-pelayan virtual memberdayakan potensi yang ada:

1. Memberdayakan media sosial, media on line untuk memberi edukasi, motivasi, informasi, mengcounter hoax dan berbagai issue yang menyesatkan atau provokatif.
2. Memberdayakan potensi-potensi mitra dan para stake holder untuk membangun satuan tugas bersama atau gabungan seperti penyemprotan, patroli penjagaan sosialisasi, hingga penanganan sesuatu yang bersifat emergency maupun penegakkan hukum.
3. Menerapkan smart manajemen untuk bekerja dalam sistem terhubung atau on line untuk pekerjaan-pekerjaan manajerial, memberikan literasi on line, coaching secara on line, monitoring media atau intellegent media dan lainnya.
4. Working group melalui WA group, sistem-sistem online lainnya skype, zoom, webinar, dll.
5. Sistem monitoring evaluasi melalui peta digital seperti google map, waze, dll.
6. Aktifkan media-media elektronik untuk membantu pemolisian sesuai konteksnya
7. Membuat protokol pelayanan publik
8. Membuat sistem pengamanan kota maupun sistem-sistem kegawat daruratan apabila terjadi lock down maupun konflik besar/ chaos
9. Menyiapkan perlengkapan-perlengkapan bagi petugas lapangan yang sesuai standar APD (Alat Pelindung Diri)
10. Membantu back up para tenaga medis maupun keluarganya
11. Pengaman dan pengawasan serta kegiatan-kegiatan penyehatan di tempat-tempat pelayanan kesehatan, pusat-pusat pemerintahan, pasar, tempat-tempat kegiatan kemasyarakatan lainnya
12. Memonitoring dan mengawasi pemukiman dan kawasan-kawasan lainnya agar tidak terjadi gangguan-gangguan lainnya seperti kebakaran, listrik mati, pencurian, berbagai provokasi, dll
13. Membangun solidaritas sosial melalui mitra-mitra seperti tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama
14. Membangun sistem-sistem online sebagai implementasi E-Policing
15. Membuat protokol data yang dapat di sharingkan kepada publik maupun stake holder lainnya
16. Penguatan institusi terutama bagi petugas-petugas polisi untuk tetap terjaminnya kesehatannya dan bantuan serta jaminan kesehatan bila tertular
17. Membangun tim kreatif yang bermitra dengan pakar untuk membantu penemuan ide-ide baru dan solusi-solusi yang efektif dan efisien
18. Mengaktifkan sistem posko sebagai pemantau keadaan yang siap untuk menggerakkan k3i (komunikasi koordinasi komando dan pengendalian serta informasi)
19. Menyiapkan tim quick respons sebagai back up tim baik untuk administrasi, operasional maupun IT apabila terjadi sesuatu yang bersifat kontijensi
20. Menyiapkan tempat darurat dan tim kesehatan yang dimiliki atau setidaknya standar tindakan pertama dpt dilakukan

Banyak hal lain yang dapat dilakukan untuk tetap melayani masyarakat.

Secara konsep, point-point di atas dapat diimplementasikan dengan model Asta Siap:
1. Siap piranti lunakberupa panduan-panduan protokol, dsb
2. Siap untuk skrnario-skenario, kondisi-kondisi terburuk sekalipun 3. Siap posko yang secara virtual mampu menjadi pusat k3i untuk memberikan pelayanan cepat
4. Siap jejaring atau mitra di semua lini yang dapat menjadi kepanjangan tangan dalam menyelesaikan suatu masalah
5. Siap personil yang akan ditugaskan pada posko satgas (Satgas Turjawali, Satgas Darurat dan Kontijensi, Satgas IT, Satgas Kesehatan, dsb, sesuai situasi dan kondisinya) maupun untuk kontijensi dan cadangan
6. Siap mitra atau stake holder yang siap mendukung pemolisian secara proaktif dan problem solving
7. Siap sarana prasarana untuk perorangan, kelompok maupun kesatuan
8. Siap anggaran bujeter maupun yang non bujeter. [Chryshnanda Dwilaksana]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co