Indonesia Berdakwah

Pesawat Boeing 737 Max Masih Dilarang Terbang

Para pekerja keluar dari pabrik Boeing di Renton, Washington, yang menjadi tempat pembuatan pesawat 737 MAX, 17 Desember 2019. [AP]

TRANSINDONESIA.CO – Kepala Eksekutif Boeing David Calhoun menyalahkan pendahulunya atas krisis pesawat 737 MAX, yang masih dilarang terbang setelah dua kecelakaan mematikan.

Calhoun mengungkapkan hal itu dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Kamis (5/3).

Calhoun, yang telah lama menjadi anggota dewan direktur Boeing, mengatakan kepada harian New York Times, masalah Boeing bahkan lebih besar daripada yang ia perkirakan. Calhoun mengambil alih sebagai Kepala Eksekutif pada 13 Januari.

Dia mengatakan pendahulunya, Dennis Muilenburg menggenjot rencana produksi Boeing terlalu cepat.

Pesawat jenis MAX itu dilarang terbang sejak Maret 2019, setelah dua kecelakaan yang menewaskan 346 orang. Pada 10 Maret menandai peringatan satu tahun kecelakaan kedua atas pesawat Ethiopian Airlines.

Calhoun, anggota dewan direktur sejak 2009, diangkat sebagai Kepala Dewan bulan Oktober lalu, ketika Boeing memecat Muilenburg.

Pada 23 Desember, Boeing secara resmi menunjuk Calhoun sebagai CEO, yang pada akhirnya menyingkirkan Muilenburg sepenuhnya. Calhoun mengatakan perusahaan itu perlu “memulihkan kepercayaan” dan “memperbaiki hubungan dengan para regulator, pelanggan, dan semua pemangku kepentingan lainnya.” [ps/pp]

Sumber : Voaindonesia

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.