Indonesia Berdakwah

P A G I

DR.H.Ustadz Muhammad Iqbal Irham. [TRANSINDONESIA.CO/Dok Pribadi]

TRANSINDONESIA.CO – Pagi adalah awal hari. Ia mengawali kehidupan bagi banyak makhluk Sang Pencipta. Kehadirannya mampu ‘melenyapkan’ kegelapan. Kedatangannya ditandai dengan hadirnya cahaya. Karena itu ‘Sang Pagi’ adalah utusan-NYA pembawa cahaya, penutup kegelapan.

PAGI itu, dalam Alquran, disebut ‘bukrah’. Perhatikan tiga ayat berikut ini:

(فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦ مِنَ ٱلۡمِحۡرَابِ فَأَوۡحَىٰۤ إِلَیۡهِمۡ أَن سَبِّحُوا۟ بُكۡرَةࣰ وَعَشِیࣰّا)
[Surat Maryam 11]

“Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang”.

(لَّا یَسۡمَعُونَ فِیهَا لَغۡوًا إِلَّا سَلَـٰمࣰاۖ وَلَهُمۡ رِزۡقُهُمۡ فِیهَا بُكۡرَةࣰ وَعَشِیࣰّا)
[Surat Maryam 62]

“Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang”.

(یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱذۡكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكۡرࣰا كَثِیرࣰا. وَسَبِّحُوهُ بُكۡرَةࣰ وَأَصِیلًا)
[Surat Al-Ahzab 41-42]

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang”.

Dari tiga ayat di atas, ‘bukrah’ yang bermakna waktu di pagi hari dihubungkan dengan dua hal: tasbih dan rejeki. Apa artinya?

Manfaatkan pagi itu dengan bertasbih, memuji kebesaran Nya, seiring dengan merendahkan diri di hadapan keagungan Nya. Bertasbih juga berarti memuji kesucian Nya dan mengikuti Nya dalam kesucian diri.

Apabila kita mampu bertasbih dengan benar, maka rejeki kita akan dimudahkan Nya dan diberkahi Nya. Karena itu, mulailah pagi dengan tasbih, kelak rejeki kita akan mengalir mudah.

Kata ‘bukrah’ ini seakar kata dengan bikr/bikrah yang berarti orang muda, anak muda, anak gadis, perawan, atau pemuda/i. Kata” ini misalnya dijumpai dalam hadis:

البكر بالبكر…

“Anak gadis itu (dinikahkan) dengan anak lajang”…

Bikr/bikrah adalah sosok individu yang memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi. Ia sosok pekerja keras, pantang menyerah dan tak pernah putus asa.

Maka, sejatinya, ‘Sang Pagi’ adalah utusan-NYA yang menghantarkan semangat, kekuatan, kesungguhan dan keseriusan bagi semua insan.

Sudahlah kita bersahabat dengan utusan-Nya, Sang Pagi?

Beruntunglah dan bersyukurlah jika kita diberikan Nya kesempatan bersahabat dengan ‘Sang Pagi’.

[DR.H. Ustadz Muhammad Iqbal Irham]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.