Bupati Karawang Jawab Netizen Soal Kabar Kena Covid-19

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana melantik 45 Kades di Kantor Pemkab Karawang, Jawa Barat, Jumat (20/3/2020).[TRANSINDONESIA.CO/Istimewa]

TRANSINDONESIA.CO – Bupati Karawang, Jawa Barat, Cellica Nurrachadiana sempat tersiar kabar kena virus corona (Covid-19), saat melantik 45 Kades, Jumat (20/3/2020) pagi. Cellica menjawab hal tersebut kepada Netizen dengan menulis status di akun Facebooknya @Cellica Nurrachadiana, pada Jumat (20/3/2020) malam.

Banyak yg bertanya soal kondisi sayaa hari ini,,, Ahamdulillahh,, saya masih diberikan kesehatan di tengah merebaknya wabah covid19 saat ini.
Tetap jaga kesehatan ya semuanyaa,,…” tulis Cellica.

Sebelumnya, Cellica Cellica terdiam sesaat lantaran tenggorokannya tak enak ketika memberikan sambutan pada pelatikan 45 kades hasil pilkades serentak di Plaza Kantor Pemkab Karawang, Jumat (20/3/2020),

Kemudian memanggil Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari untuk melanjutkan sambutannya.

“Beliau (Bupati Karawang) Alhamdulillah baik-baik saja, tidak perlu khawatir,” kata Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika H. Asep Aang Rahmatullah dalam keterangannya menjawab kabar Cellica terjangkit corona, Jumat (20/3/2020).

Dikatakan Asep, usai pelantikan kepala desa, Bupati bahkan langsung meninjau Rumah Sakit Khusus Paru (RSKP) di Jatisari, Karawang yang akan diusulkan sebagai rujukan penanganan orang dalam pemantauan (ODP)  Covid-19.

“Pemkab memang tengah mengusulkan RSKP untuk rujukan penanganan Covid-19. Karenanya Bupati Cellica beserta pihak terkait, langsung melakukan pengecekan kesiapan ke RSKP,” tambahnya.

Meski begitu, katanya, pihaknya tengah mengusulkan rapid test atau uji cepat Covid-19 kepada Bapelkes RI. Pihaknya akan melakukan rapid test dengan prioritas Muspida Karawang, termasuk Bupati, dan orang-orang yang mempunyai kontak dengan pasien positif corona.

“Kita prioritaskan rapid test bagi yang kontak erat dengan pasien positif corona,” kata dia.

Ia juga mengimbau kepada orang dengan status ODP melakukan isolasi diri selama 14 hari. Dan apabila terdapat gejala Covid-19 untuk segera melapor.

“ODP kami imbau tidak bekerja dulu dan mengisolasi diri selama 14 hari,” katanya.

Sesuai dengan edaran Bupati, masyarakat diimbau untuk menghindari kerumunan atau keramaian untuk meminimalisir penularan Covid-19.

“Ini sesuai SOP yang diintruksikan Bupati,” kata dia.

Plt. Kadiskominfo  juga mengajak masyarakat untuk bijak dalam menyebarkan informasi soal Covid-19. Ia ingin masyarakat turut mensosialikan upaya pencegahan penularan Covid-19 kepada lingkungan masing-masing.

“Mari kita merawat Indonesia kita, Karawang kita, dengan informasi yang mencerahkan dan membimbing masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19,” ungkapnya. [sfd]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co