Polisi Bekuk Dua Muncikari Tenggarong

Polres Kutai Kartanegara membekuk dua muncikari prostitusi online anak bawah umur di Tenggarong. [TRANSINDONESIA.CO/Istimewa]

TRANSINDONESIA.CO – Dua muncikari penjualan anak di bawah umur sebagai pekerja seks komersial (PSK) di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dibekuk polisi.

“Kedua tersangka adalah jaringan yang berbeda, saat satu jaringan tertangkap kemudian terungkap jaringan yang lain,” kata Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Andrias Susanto Nugroho, Selasa (11/2/2020).

Kedua muncikari melibatkan anak-anak dalam prostitusi online yabg dibekuk di tempat berbeda berinisial WS (32) dan RP (25).

Menurut AKBP Andrias, kedua tersangka menjalankan bisnis haram prostitusi online lewat aplikasi chat di ponsel hingga media sosial. Kedua tersangka memberikan foto-foto beserta nomor urut dan harga kepada pria hidung belang.

Saat harga disepakati, pelaku kemudian mengantarkan korban untuk bertemu si pemesan. Rata-rata korban yang dijajakan masih berusia anak-anak dan masih sekolah.

“Modus pemesanan melalui akun **chat, kemudian pelaku mengirim foto-foto korban. Korban yang dijajakan masih di bawah umur,” katanya.

Dikatakannya, kedua pelaku mengaku hanya menjadi korban. Mereka bahkan tidak tahu jika korban yang dipasarkan adalah anak di bawah umur.

“Kami ini cuma korban. Mereka yang minta dipasarkan, bahkan ada yang sudah jadi PSK lama. Kenapa kami yang ditangkap? Kami juga tidak tahu umur mereka masih anak-anak,” kata salah seorang muncikari.

Kedua tersangka dijerat dengan UU Perlindungan Anak dan UU ITE. Mereka terancam hukuman 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. [tan]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.