Hukum… Oh Hukum…

Ilustrasi

TRANSINDONESIA.COHukum tatkala sebatas ajang perebutan kekuasaan dan kewenangan sebenarnya perusakan peradaban sudah dimulai.

Hukum bagi manusia bahkan menjadi refleksinya peradaban bangsa. Tatkala dibuat atas pesanan yang dipaksakan menunjukkan karakter bangsa itu tidak peduli akan kemanusiaan.

Hukum itu simbol peradaban yang dibuat dengan kesepakatan bagi meningkatnya kualitas hidup rakyat dan eksistensinya suatu bangsa.

Hukum memiliki karakter demi keadilan yang berdampak pencegahan perbaikan peningkatan dan pembangunan untuk semakin manusiawinya manusia. Tatkala hukum dijadikan pasar jual beli maka peradaban bangsa itu hanya sebatas materi.

Hukum sebagai wujud kesepakatan politik yang semestinya dilandasi hati nurani kecintaan dan kebanggaan bagi bangsanya.

Hukum yang beradab akan mewarnai dan memberi jiwa bagi bangsa.

Hukum tatkala dibangun tanpa dasar kemanusiaan maka cepat atau lambat akan menjadi bumerang.

Hukum refleksi peradaban tatkala dibangun pada sistem politik yang waras maka dayanya akan luar biasa demikian juga sebaliknya.

Hukum dan penegak hukum akan menjadi pilar utama bagi peradaban suatu bangsa.

[Dikutip dari status media sosial Chryshnanda Dwilaksana]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co