Tol Cipali Banjir, Anggota DPR Ini Beri Tiga Rekomendasi

Ahmad Syaikhu membelakangi lensa (bertopi). [TRANSINDONESIA.CO/DOK Ahmad Syaikhu]

TRANSINDONESIA.CO – Banjir yang melanda Tol Cipali KM 136 mendapat tanggapan dari Anggota DPR RI Komisi V Ahmad Syaikhu. Politisi PKS itu memberikan tiga rekomendasi kepada PT Lintas Marga Sedaya (LMS) sebagai pengelola jalan tol.

Menurut Ahmad Syaikhu, penyebab utama terjadinya banjir karena curah hujan yang tinggi. Memasuki musim penghujan tahun ini, potensi kembali terjadinya banjir sangat besar. Karena itu, Syaikhu meminta LMS melakukan tiga hal.

“Ini baru memasuki musim penghujan. Artinya, potensi terjadinya banjir lagi di ruas tol akan sangat besar. Pihak LMS harus segera melakukan tiga hal,” ujar Syaikhu yang berasal dari Dapil VII Jawa Barat yang meliputi Kab. Bekasi, Karawang dan Purwakarta itu.

Pertama, kata Syaikhu, perlu adanya Petugas khusus cepat tanggap dari pengelola tol jika mengalami curah hujan yang tidak normal. Mereka dibekali dengan peralatan semacam pompa dan lainnya guna menghilangkan genangan air dengan cepat.

Kedua, antisipasi kemacetan dengan pembatasan intensitas kendaraan masuk tol

Dan ketiga, amdal juga harus memperhatikan drainase akibat pengalihan tata guna lahan dan ruang.

“Dengan melakukan tiga hal ini, insya Allah persoalan banjir di Tol Cipali akan bisa teratasi,” tegas Syaikhu dikutip dari press realsenya, Rabu (8/1/2020).

Banjir terjadi pada Selasa 31 Desember 2019 yang mengakibatkan ruas jalan KM 136 arah Jakarta dan Bandung atau sekitar wilayah Cikedung, Indramayu tergenang air dengan ketinggian 15-20 cm dan panjang sekitar 200 meter.

Selain akibat dari curah hujan yang cukup tinggi, genangan ini diduga berasal dari kiriman air dari luar jalan tol.

Genangan air terjadi sejak pukul 17.00 WIB, melalui lajur 2 atau lajur tengah.

LMS berkilah sudah membangun drainase sesuai dengan Detailed Engineering Design (DED) yang telah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berdasarkan kondisi setempat pada saat itu dan menjamin semua air di sepanjang ruas tol selalu dipelihara secara rutin baik pembersihan maupun perbaikan yang diperlukan.

Sistem drainase yang ada di jalan tol hanya berfungsi sebagai saluran untuk menampung dan mengalirkan air hujan dan air yang berasal dari permukaan badan jalan tol. Jadi tidak berfungsi untuk menampung air akibat adanya perubahan tata guna lahan dan tata ruang sekitar jalan tol.[RED]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co