Indonesia Berdakwah

Sebelum Melempari Masjid Al Amin Medan, Bang Del: Saya Target Mereka

Koordinator Lingkungan IV, Jalan Belibis Prumnas Mandala Medan, Deliur Rahman alias Bang Del berada di Masjid Al Amin pascapelemparan dijaga personel Brimob Polda Sumut, Ahad (26/1/2020).[TRANSINDONESIA.CO/Surya Irwandi]

TRANSINDONESIA.CO – Pasca pelemparan  Masjid Al Amin di Jalan Belibis, Prumnas Mandala, Medan, puluhan personel Brimob Polda Sumut masih tampak berjaga di  masjid tersebut hingga Ahad (26/1/2020) siang.

Sementara itu, Polrestabes Medan  telah mengamankan 5 orang diduga pelaku yang melempari masjid dengan batu di antaranya, AS (35), Jef dan LM (35).

Bahkan sebelum menyerang masjid, para pelaku mencari Deliur Rahman,SH alias Bang Del (40) Koordinator Lingkungan IV, Jalan Belibis Prumnas Mandala Medan, Sumatera Utara.

“Malam itu sebelum mereka melempari masjid, awalnya saya yang jadi target mereka. Mereka berteriak-teriak mencari saya dengan nada mengancam menculik bahkan ingin membunuh saya,” ucap Del kepada Transindonesia.co di Masjid Al Amin yang masih dijaga personel Brimob Polda Sumut, Ahad (26/1/2020).

Beruntung Del berhasil lolos dan kabur, sehingga para pelaku kata Del, melempari masjid hingga pintu dan jendela kaca masjid berpecahan termasuk 11 rumah warga sekitar masjid menjadi sasaran pelemparan.

Menurut Del, para pelaku mencarinya bukan tanpa alasan. Selaku Koordinator Lingkungan, Del menampung aspirasi warga di lingkungannya yang menginginkan pakter (kedai) tuak yang berdiri di lahan kosong milik PJKA yang berada di sekitar masjid ditutup karena kerab membuat warga resah.

“Karena saya lah yang menampung aspirasi warga. Dan kami melakukan penutupan pakter tuak itu melalui prosedur. Saya lah yang menyampaikan keluhan warga ke Kepling, Lurah dan Camat. Melakukan eksekusi pakter tuak juga semua sudah lengkap mulai dari mediasi, keputusan dari Lurah, keputusan dari Camat semua sesuai prosedur,” terang Del.

Keresahan warga akan keberadaan pakter tuak yang berjarak sekitar 20 meter dari masjid disebabkan kerab membuat keributan hingga warga yang mau beribadah di mesjid terganggu.

“Tak hanya itu, lingkungan sekitar juga kotor dan banyak darah-darah diduga darah babi, anjing dan ular memenuhi got got warga. Selain meresahkan, lingkungan juga tak sehat karena darah-darah dari binatang yang dijadikan tambol dibuang ke parit,” ungkap Del.

Menurut Del, informasi yang didapat dari petugas Polrestabes Medan ada 5 orang yang sudah mengamankan, salah satunya otak pelaku penyerangan masjid.

“Yang kami tahu 5 orang pelaku sudah ditangkap. Salah satunya diduga otak pelaku yang berteriak cari bang Del, bunuh, culik. Dia juga yang teriak untuk melempari masjid,” ungkap Del.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edison Isir membenarkan lima orang diduga pelaku pelemparan masjid telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan.

“Iya benar bang, 5 orang sudah kita amankan,” katanya.[sur]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.