TransIndonesia
TRANSMETRO

MA Kabulkan PK Mantan Anggota DPRD DKI

Mantan anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi dengan kuasa hukumnya Adhitya A Nasution. [TRANSINDONESIA.CO/IST]

TRANSINDONESIA.CO – Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan Pininjauan Kembali (PK) mantan anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Sanusi. Hukumannya pun dikurangi dari 10 tahun menjadi 7 tujuh tahun penjara.

Ada pertimbangan tertentu yang dilihat MA dalam permohonan PK itu sehingga majelis hakim PK yang diketuai Daniel Dalle Pairunan, dengan anggota Humuntal Pane, Sri Anggarwati, Jeldi Ramadhan dan Anthon Saragih berkesimpulan hukuman atas diri Sanusi harus dikurangi.

Penasihat hukum M. Sanusi, Adhitya A. Nasution, SH, kepada wartawan, Sabtu (2/11/2019), mengapresiasi putusan MA yang mengabulkan permohonan PK yang diajukan klennya itu.

Menurut Aditya pengurangan hukuman M. Sanusi menjadi 7 tahun sesuai dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta sebelumnya.

Putusan 7 tahun penjara yang diputuskan MA menurut Adhitya A. Nasution mencerninkan keadilan bagi mantan anggota DPRD DKI itu.

“Kami selaku tim kuasa hukum Muhammad Sanusi sangat mengapresiasi putusan PK klaen kami yang baru saja diumumkan oleh MA,”  ujar Adhitya A. Nasution.

Putusan itu lanjut Aditya cukup memenuhi frasa keadilan. Meski pihaknya belum menerima salinan resmi putusan dari MA. “Karena itu kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap MA karena masih mampu memberikan rasa keadilan bagi para pencari keadilan,” kata Aditya.

Untuk diketahui, Sanusi sebelumnya oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat dijatuhi hukuman 7 tahun penjara. Jaksa tidak bisa terima lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta.

Akhirnya hukuman terhadap Sanusi diperberat dari 7 tahun menjadi 10 tahun penjara. Hukuman 10 tahun yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi DKI kemudian diperkuat ditingkat kasasi.

Atas putusan 10 tahun itu, Sanusi melihat ada ketidak adilan sehingga dia melalui kuasa hulumnya Adhitya A Nasution mengajukan PK. Perjuangannya untuk mendapatkan keadilan tidak sia-sia, permohonan PK-nya  dikabulkan MA.[RED]

Related posts

Dirlantas Polda Metro: Pak Ogah jadi Solusi Kemacetan?

Polda Metro Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Internasional

transindonesia.co

Politik Dagelan yang menjadi Dagelan Politik

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.