Hoegeng : Kecintaan dan Kebanggan Menjadi Polisi

Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso. [NET]

TRANSINDONESIA.CO – Mencintai pekerjaan adalah dasar menjadi profesional, dasar untuk menghasilkan produk kinerja dan pelayanan prima. Mencintai pekerjaan berarti dalam melaksanakan pekerjaannya akan dengan tulus hati. Ketulusan dasarnya pada hati.

Menjadi polisi hati nurani inilah yang menjadi kendali. Penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab. Hati nurani ini juga yang bisa membangun empati, membangun simpati, mendengar suara rakyat. Fox populi fox dei (suara rakyat suara Tuhan).

Mencintai dan bangga akan pekerjaan bisa dibangun sesuai kompetensi dan hobby, tentu juga nilai-nilai yang diyakininya sebagai polisi adalah kemanusiaan. Manfaat dan kegunaan bagi harkat dan martabat manusia. Tentu juga tidak ada lagi basah dan kering, tidak ada lagi sistem clique, tanaman keras, orang kepercayaan, anak emas dan sebagainya. Semuanya dibangun berdasar kinerja dan kompetensi.

Regenerasi dan transfer kemampuan terus dilakukan dan dikembangkan tidak lagi seperti membeli kucing dalam karung saat alih generasi. Standar kompetensi dan assesment centre menjadi bagian penting dalam menyiapkan profesionalisme SDM dan transfer kemampuan maupun untuk regenerasi.

Polisi dalam menyelenggarakan tugasnya memang ambivalen, di satu sisi dia harus melindungi dan melayani namun di satu sisi dia harus menegakkan hukum dan bertindak tegas. Namun benang merah yang dapat diambil adalah : untuk kemanusiaan, melindungi harkat dan martabat manusia, membangun peradaban. Oleh sebab itu, nilai-nilai yang menjadi kebanggaannya adalah kemanusiaan, atau setidaknya pekerjaan polisi dapat memberikan pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat. Hal itulah yang menjadi kecintaan dan kebanggaan setiap anggota polisi. Tentu saja bukan pada pangkat, jabatan, kekayaan.

Menjadi polisi memang bukan jalan menjadi orang kaya, ini yang juga harus disadari dan diyakininya sebelum menjadi polisi. Oleh sebab itu penanaman nilai-nilai inti kepolisian, penghargaan bagi petugas-petugas polisi baik secara konseptual maupun operasional yang mampu membawa kepada profesionalisme kepolisian diberi apresiasi atau ruang untuk mengembangkannya. Dan tidak lagi dimusuhi atau dilabel perusak institusi karena memangkas previlage ndoro-ndoro kampret yang tidak berkompetensi dan korup.

Mencintai dapat dimaknai dalam mengimplementasikan pekerjaan dengan ketulusan, dengan penuh semangat, inspiratif, tanpa pamrih, tidak hitung untung dan rugi. Bangga karena mempunyai spirit pendorong dari dalam yang menjadi energi bagi upaya-upaya mewujudkan nilai-nilai yang diyakini dan dicintainya. Untuk menumbuh kembangkannya tentu saja perlu kebijakan pimpinan sebagai frame work juga sejalan dengan nilai-nilai yang diyakini sehingga antara yang ideal dengan yang aktual sejalan dan tidak ada gap yang terlalu dalam.

Apa yang dilakukan oleh Hoegeng Iman Santoso sebagai polisi mampu ia tunjukan, ia berani memberikan teladan dalam memberikan kebenarannya sebagai polisi. Bahkan ia berani dicopot dari jabatannya oleh pak harto tatkala ia berbeda pendapat atau tidak mau berkompromi dengan pelanggaran-pelanggaran yang diyakininya sebagai tindak kejahatan.

Polisi memang kumpulan orang baik yang profesional, cerdas, bermoral dan patuh hukum sebagai aparat yang humanis, tegas dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat yang dilayaninya.

[Chryshnanda DL]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co