Heboh Bangkai Babi, Giliran Sungai Tembung Tertutup Limbah Beracun Hebohkan Warga Medan

Permukaan air Sungai Tembung tertutup limbah beracun, Kamis (21/11/2019), yang diduga dibuang pabrik kertas yabg berada di daerah aliran sungai (DAS) tersebut.. [TRANSINDONESIA.CO/Surya Irwandi]

TRANSINDONESIA.CO – Belum usai heboh bangkai babi, giliran pabrik buang limbah berbahaya ke sungai hebohkan masyarakat Medan karena permukaan air ditutupi limbah beracun. Pabrik kertas di Jalan M Yakub, Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, cermati lingkungan dengan membuang limbah ke sungai.

Pencemaran yang diduga dilakukan pabrik tersebut dinilai mengangkangi undang–undang RI no.32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan diduga tidak melengkapi semua dokumen lingkungan hidup yang wajib melaporkan secara berkala perkembangan dari dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pabrik kertas tersebut.

Sebab pabrik yang berada persis di tepi Sungai Tembung ini membuang limbahnya  langsung ke sungai hingga permukaan air tertutup limbah.

Pantauan wartawan di TKP pabrik kertas yang memiliki 80 karyawan itu mengelola kardus kardus bekas menjadi karton untuk dijadikan seperti pembungkus nasi kotak dan sebagainya itu membuang limbahnya langsung ke Sungai Tembung.

Akibatnya warga yang setempat tak dapat lagi  menggunakan air sungai untuk keseharian seperti mandi, mencuci dan air minum.

“Gimana mau dimasak, untuk mandi saja, airnya gatal, karena limbah pabrik kertas itu membuang limbahnya langsung ke sungai,” kata Amri (36) warga setempat sambil menunjukkan pembuangan limbah pabrik tersebut ke aliran sungai Tembung yang berada di tepat di belakang pabrik.

“Kalau sudaj begini gimana lagi kami mengadu,” ujarnya sedih.

Sementara Kepala Bagian Pabrik Kertas, Akhwa kepada Transindonesia.co membantah jika pabrik yang baru mereka beli selama 2 tahun itu terpaksa membuang limbah langsung ke sungai karena mesin sedang diperbaiki. “Itu karena terpaksa, karena mesin sedang dalam perbaikan. Maklum lah pabrik kertas ini kami beli dalam kondisi ringsek, dan saat ini sedang dibenahi,” kata pria tersebut.

“Kalau tidak terpaksa, tidak akan kami buang ke sungai,” bantah warga Komplek Asia Mega Mas, Medan itu.[SUR]

Bagikan

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co