TransIndonesia
TRANSSUMATERA

Pembangunan Tol Trans Sumatera dan Mebidangro Harus Tuntas

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memaparkan Program Mebidangro di Medan, Senin (7/10/2019).[TRANSINDONESIA.CO/SUR]

TRANSINDONESIA.CO – Program pembangunan jangka panjang bertahap kawasan Medan-Binjai-Deliserdang-Karo (Mebidangro) sangat penting untuk segera dituntaskan. Terutama menyangkut pembangunan beberapa proyek nasional di Sumatera Utara (Sumut), seperti Jalan Tol Trans Sumatera, Kawasan Wisata Danau Toba, Kuala Tanjung-Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, serta Pariwisata Kepulauan Nias dan lainnya.

Untuk itu, perlu diagendakan waktu khusus untuk membahas program tersebut dengan melibatkan semua pihak yang terkait. Para pihak terkait juga diminta untuk mempersiapkan rencana masing-masing sebagai masukan.

“Saya mau membahas ini, kita undang pihak terkait. Ini harus dibahas seharian penuh,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memaparkan Program Mebidangro di  Medan, Senin (7/10/2019).

Menurut Gubernur, untuk mematangkan rencana pembangunan tersebut, harus melibatkan penuh seluruh kabupaten/kota terkait. Sebab semuanya merupakan satu kesatuan yang akan saling terhubung satu sama lain dalam berbagi bidang infrastruktur dan perdagangan. Apalagi, program yang akan diusulkan ke pemerintah pusat nantinya, diproyeksikan 10 hingga 20 tahun ke depan.

“Jadi siapa pun Gubernurnya nanti, dia akan melaksanakan ini. Jadi semua APBD (kabupaten/kota dan provinsi) bisa digunakan. Mari kita kawal semua, ini prioritas kerja kita,” sebut Edy Rahmayadi, yang minta penjadwalan pekan depan, menghadirkan Pemkab/Pemko se kawasaan Mebidangro.

Sebelumnya, Akademisi USU Budi Sinulingga yang juga Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Karo (IKC) memaparkan bahwa program Mebidangro sejatinya sudah dimulai sejak 2011 silam. Di bagi dalam empat tahap yakni pada periode  tahun  2011-2014, periode tahun  2015-2019, periode  tahun  2020-2024 dan periode  tahun  2025-2027.

“Ini sebenarnya sudah ada di Perpres 62/2011 (Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro). Banyak yang harus kita siapkan. Termasuk yang terpenting, bagaimana kita bisa siapkan proposal untuk disampaikan kepada Kementerian terkait (Kemenko Perekonomia ),” sebut Budi.

Beberapa dipaparkannya seperti jalur penghubung Kualanamu-Belawan, Jalan Layang Medan-Berastagi, Bendungan Lau Simeme, Normalisasi Sungai hingga sarana publik dan beberapa kawasan berkelas internasional lainnya.[SUR]

Related posts

PLTG 250 MW Pekanbaru Siap Tender

transindonesia.co

Polisi Buru Lima Tersangka Singkil

transindonesia.co

BNPB Dukung Program Desa Bebas Api

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.