Direktur RSUD Bali Mandara : Fogging Jangan Asal-asalan

Direktur RSUD Bali Mandara dr Gede Bagus Darmayasa memperhatikan pekerja fogging di lingkungan RSUD Bali Mandara, Ahad (6/10/2019). [IST]

TRANSINDONESIA.CO – Fogging merupakan salah satu pencegahan yang diperlukan untuk memberantas nyamuk penyebab penyakit demam berdarah, aedes aegypti.

Bagi Anda yang belum tahu, fogging merupakan tindakan penyemprotan cairan insektida yang dulunya mengandalkan zat pyrethroid sintetis.

“Namun sekarang, cairan yang digunakan pada fogging umumnya terbuat dari golongan organophosporester insectisida seperti malathion, sumithion, fenithrothion, perslin,” kata Direktur RSUD Bali Mandara, dr Gede Bagus Darmayasa, M.Repro,MM, Ahad (6/10/2019).

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kandungan insektida di dalam gas fogging termasuk dosis minim yang hanya mampu membunuh hewan serangga berukuran kecil. Namun demikian, jika orang-orang yang berada di sekitar area fogging menghirup gas tersebut secara berlebihan, bisa menyebabkan terjadinya efek samping yang merugikan .

“Bagi perusahaan yang bergerak di usaha ini, harus benar benar menggunakan cairan yang sebenarnya. Jangan asal-asalan,” ucapnya. [BSH]

Bagikan

Berita Terkait

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TransIndonesia.co