TransIndonesia
TRANSSPORTS

Legenda Liverpool Ngecap Mohamed Salah Pemain Serakah

Mohamed Salah. [EPA]

TRANSINDONESIA.CO – Legenda Liverpool, Michael Owen, mencap striker Mohamed Salah sebagai pemain serakah alias egois. Owen menyebut Salah tidak mau berbagi ketika Liverpool membenamkan tuan rumah Burnley 3-0 di laga Liga Primer Inggris pada Sabtu (31/8) lalu.

”Saya saat itu sedang jadi komentator (pertandingan Burnley versus Liverpool) untuk televisi,” kata Owen, kepada ESPN, Jumat (6/9). ”Saya saat berkata,’Coba anda lihat? Ada beberapa kali Salah seharusnya mengoper bola, tapi tidak dia lakukan.”

Dalam laga yang digelar di Turf Moor tersebut, striker Sadio Mane marah-marah saat berjalan keluar untuk digantikan Divock Origi pada menit ke-85. Namun, pemain asal Senegal yang mencetak gol kedua Liverpool dalam pertandingan malam itu marah bukan karena digantikan Origi.

Mane marah karena Salah tak mau mengoper bola kepadanya, meski dia saat itu sedang dalam posisi terbuka untuk mencetak gol. Mane pun semakin kesal karena dia ditarik keluar setelah insiden tersebut.

Mane berteriak-teriak saat meninggalkan lapangan. Namun, Mane akhirnya bisa ditenangkan oleh Roberto Firmino yang menjadi rekannya bersama Salah di lini depan Liverpool.

Owen yang mengawali karier dengan memperkuat Liverpool selama delapan musim (1996-2004), menilai memang ada pemain yang seperti Salah. ”Anda memiliki pemain seperti Mo Salah, yang hanya fokus mencetak gol dan mencetak gol,” kata Owen. ”Pemain yang hanya fokus ingin menjadi pencetak gol.”

Keinginan tersebut yang mungkin membuat Salah memilih tidak mengoper bola kepada Mane. Karena, Salah ingin mencetak gol sehingga lebih memilih melepaskan tembakan ketimbang mengoper kepada rekan setimnya.

Owen menilai masalah tersebut sebenarnya hal yang biasa terjadi di dunia sepak bola. Untuk kasus Liverpool, masalah tersebut benar-benar pecah dalam laga lawan Burnley pekan lalu.

”Tentu saja, semuanya meledak dan saya melihatnya dari banyak sisi,” kata Owen. ”Masalah-masalah seperti ini terjadi setiap saat dan itu adalah tugas Juergen Klopp untuk memuluskannya.”

Pelatih Juergen Klopp pun mengakui permasalahan Sane dan Salah memang soal operan bola. Tapi, pelatih asal Jerman itu menilah permasalahan tersebut bukan masalah besar dan sudah bisa diatasi. ”Ya, masalah operan, tapi semuanya sudah selesai. Mane hanya kesal karena satu hal dalam pertandingan,” katanya.

Jamie Carragher, rekan seangkatan Owen di Liverpool, juga menilai Salah sebagai pemain egois. Dalam laga pekan lalu tersebut, Salah belum juga mencetak gol hingga 60 menit pertandingan. Sehingga, kata Carragher, Salah sangat ngotot ingin mencetak gol di 30 menit tersisa.

”Jadi, dia lebih sering melakukan tembakan tanpa melihat sekelilingnya,” kata Carragher. ”Itu sudah pasti membuat Mane merasa sangat kesal.”

Sumber: Republika

Related posts

Diduga Menjiplak, Jepang Hapus Logo Olimpiade

transindonesia.co

Gol Bunuh Diri MU Selamatkan Arsenal

Arsenal Tersingkir, Digeser Bayern Munchen di Liga Champions

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.