TransIndonesia
TRANSKALIMANTAN

Kabut Asap Makin Pekat Seluruh Sekolah di Palangka Raya Diliburkan

Ilustrasi kabut asap

TRANSINDONESIA.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah meliburkan seluruh dari tingkat PAUD, SD hingga SMP terhitung sejak 16 September hingga 18 September 2019 sehubungan semakin pekat dan berbahayanya kondisi kabut asap bagi kesehatan manusia.

Wali kota Palangka Raya Fairid Naparin, Sabtu menyatakan keputusan meliburkan seluruh aktivitas sekolah itu sejalan dengan Instruksi Gubernur Kalimantan Tengah yang menyatakan seluruh sekolah diliburkan sebagai upaya antisipasi meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan para anak didik.

Liburnya sekolah di Kota Palangka Raya itu telah ditetapkan dalam surat edaran Wali Kota Palangka Raya Nomor 420/Pemb. SD/IX/2019 tertanggal 13 September 2019.

Dalam surat edaran tersebut Pemerintah “Kota Cantik” menyatakan proses belajar mengajar diliburkan selama tiga hari mulai 16-18 September 2019.

Kemudian selama sekolah diliburkan, diminta agar para guru memberikan tugas pekerjaan rumah bagi para peserta didik, dan bagi peserta didik agar mengurangi aktivitas di luar rumah serta selalu menggunakan masker.

Serta apabila kondisi kabut asap atau kualitas udara sudah dalam keadaan normal maka proses belajar mengajar kembali seperti biasa.

Fairid menerangkan, surat edaran itu mengacu pada Surat Instruksi Gubernur Kalimantan Tengah Nomor: 188.5/741/BU tanggal 13 September 2019 tentang proses pembelajaran satuan pendidikan jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK/SLB.

Keputusan meliburkan sekolah di wilayah Kota Palangka Raya itu juga didasarkan pada kondisi kabut asap yang semakin pekat dengan indikator indeks standar pencemaran udara (ISPU) di kota Palangka Raya yang sejak beberapa hari terakhir masuk pada level Tidak Sehat.

Salah satu orang tua siswa, Dwi yang putrinya masih kelas lima SD menyambut baik keputusan Wali Kota Palangka Raya yang meliburkan jenjang pendidikan tingkat sekolah dasar sederajat itu.

“Sebenarnya kalau tetap masuk sekolah kami khawatir. Anak-anak masih susah disuruh memakai masker. Kalau libur, setidaknya di rumah kami bisa meminta agar tak keluar rumah dan mengawasi langsung kegiatan mereka,” kata Dwi.[ANT]

 

Sumber :  Antara

Related posts

APBD Kalteng Defisit Rp188 M

transindonesia.co

Panglima TNI: Hentikan Agenda Mengacaukan Pemilu

transindonesia.co

AirAsia Announces The Closure of QZ 8501 SAR Operations

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.