Indonesia Berdakwah

Polri Dalami Dugaan Adanya Unsur Pidana Listrik Padam

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut Tim Densus 88 Antiteror kembali membekuk empat teroris, pengambangan dari penggerebekan di Bekasi, kemarin.[CNN]

TRANSINDONESIA.CO – Polri mengaku akan ikut melakukan investigasi terkait dengan matinya listrik yang terjadi di sejumlah kota di Jawa dan Jakarta, Ahad (4/8). Mabes Polri curiga adanya aspek kesengajaan penyebab listrik padam mendadak itu. Karo Penmas Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan kejadian serupa pernah terjadi pada 2012 lalu.

“Kita punya case (kasus serupa) 2012, sama kejadiannya, blackout (listrik padam tanpa sebab) juga. Dan waktu itu berhasil kita ungkap,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/8).

Menengok peristiwa serupa tujuh tahun lalu, Dedi menerangkan, Polri saat itu menemukan adanya unsur kesengajaan pemadaman listrik yang berujung pada penyelidikan di kepolisian. Namun, terkait kejadian pada Ahad (4/8), Dedi menerangkan, Polri belum melakukan penyelidikan.

Saat ini, kata dia, tim dari Badan Resesre Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri sedang melakukan kordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan faktor penyebab mendadak matinya listrik kemarin. “Tim harus mendalami, apakah ini gangguan teknis, human error (kesalahan manusia), atau alam, atau ada gangguan lain,” ujar Dedi.

Dari pendalaman tersebut, kata Dedi, tim baru akan menyimpulkan apakah adanya indikasi pidana. Jika tim menemukan adanya tindak pidana yang disengaja, seperti sabotase atau bentuk pidana lain, Polri dapat melakukan penyelidikan lanjutan untuk penegakan hukum.

“Polri kan bekerja sesuai dengan adanya fakta-fakta hukum dalam suatu peristiwa. Pembuktian secara ilmiah sangat penting untuk menemukan fakta-fakta hukum itu,” sambung Dedi seperti diwartakan Republika.co.id.

Peristiwa listrik padam dialami masyarakat di kota-kota besar seperti di Jakarta dan kota-kota satelitnya, kemarin. Mati listrik, pun terjadi di wilayah Jawa Barat (Jabar), dan Banten. Listrik padam terjadi sejak tengah hari siang, dan berlangsung pulih sekitar pukul sembilan malam.

Selama lebih dari delapan jam listrik padam, sejumlah fasilitas umum mengalami lumpuh, dan sebagian mengalami gangguan fatal. Pemulihan pada malam hari, pun tak merata di sejumlah kota.

Pemerintah dan PLN semula tak mampu menemukan penyebab matinya listrik serempak itu. Menjelang malam hari, PLN baru memastikan penyebab listrik padam tiba-tiba karena adanya gangguan aliran listrik di kawasan Jawa dan Banten.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (5/8), pun mendatangi PLN Pusat di Jakarta Selatan meminta jaminan pasti kepada perusuhaan energi milik negara itu agar kejadian serupa tak kembali terulang.[ROL]

Share

TRANS POPULER

Leave a Comment

* By using this form you agree with the storage and handling of your data by this website.