TransIndonesia
TRANSMETRO

Polisi Buru Pasutri Tinggalkan Bayi Prematur Meninggal di RSUD Depok

RSUD Kota Depok.[IST]

TRANSINDONESIA.CO – Polsek Sawangan, Polres Metro Depok masih memburu pasangan suami istri (pasutri) pembuang bayi bibir sumbing lahir prematur meninggal dunia setelah diantar ke RSUD Kota Depok, Jawa Barat.

Kapolsek Sawangan, Kompol Suprasetyo mengatakan kasus dugaan pemalsuan identitas ini terungkap berawal dari laporan dari pihak RSUD Kota Depok, Jumat (16/8/2019) sekitar pukul 09. 30 WIB. Pihak rumah sakit melaporkan, menerima pasien bayi laki-laki prematur dan bibirnya sumbing.

Bayi laki-laki diperkirakan berusia 3 hari tersebut ditangani oleh tim dokter di UGD. Sayang, nyawanya tak bisa diselamatkan.

“Ketika pihak rumah sakit melakukan tindakan medis, wanita dan laki-laki yang diduga orang tuanya diminta mengisi daftar pasien. Mereka diminta menuliskan identitas namun setelah dicek alamat yang dituliskan tersebut ternyata fiktif,” kata Suprasetyo, Rabu (21/8/2019).

Polisi dan pihak rumah sakit mengecek ke alamat yang ditulis di catatan daftar pasien, namun nama pasutri itu tidak dikenal. “Nama jalan yang dituliskan dalam buku pasien ada, namun dikroscek ke warga bahkan ketua RT setempat tidak ada yang mengenal,” ujarnya.

Pasutri itu menulis identitas mereka, “Bari dan Ariyanah Musdalifah (istri)”, alamat tertulis lengkap di daerah Cipayung, Kota Depok. Keduanya terekam CCTV saat mengantar bayinya ke ruang UGD.

“Dalam rekaman CCTV rumah sakit selama sekitar 1 menit, terlihat seorang laki-laki berambut pendek mengenakan sweater dan celana jins, badan kurus. Sedangkan yang wanita rambut lurus sebahu, mengenakan masker putih, mengenakan pakaian casual kaos dan jeans biru,” kata Suprasetyo.

Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi. “Jasad bayi kami serahkan ke Dinas Sosial Kota Depok, untuk dimakamkan,” ucapnya.[MIC]

Related posts

IPW Desak Kapolri Cabut Kebijakan Masuk Polisi Dibawah Nilai Standar

Ayah dan Anak Ditusuk Lawan Perampok

transindonesia.co

Mayat Pria di Stasiun Manggarai Diduga Pencopet

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.