TransIndonesia
TRANSSUMATERA

Lima Bulan Diburu Polda Sumut Pembunuh Ayah Kandung Diringkus di Tangsel

Pelaku pembunuh ayah kandung (tengah) digiring polisi setiba di Bandara Kuala Namu, Rabu (21/8/2019), setelah diirngkus Polda Sumut di tempat persmbunyiannya selama lima bulan di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (20/8/2019) malam.[SUR]

TRANSINDONESIA.CO – Pelaku pembunuhan orang tua kandung yang diburu Polda Sumatera Utara selama lima bulan berhasil diirngkus di tempat persembunyiannya di wilayah Tanggerang Selatan (Tangsel), Banten, Selasa (20/8/2019) malam.

Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Kasubdit III/Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak dan Kanit 2 Buncil, Kompol Firdaus, menjemput tersangka yang dibawa dari Tangsel  di Bandara Kuala Namu, Medan, Rabu (221/8/2019).

Kombes Andi Rian membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan ayah kandung di kediamannya Jalan Kenari Raya No.5 B Perumnas Mandala Medan, Sumatera Utara, pada 27 Maret 2019 lalu.

“Tersangkanya JPN (27), ditangkap di bengkel sepeda motor tempat persembunyiannya di Jalan Jombang Raya Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel, Selasa (20/8/2019) malam,” kata Kombes Andi Rian, Rabu (21/8/2019).

Menurutnya, usai menghabisi orangtuanya Hakim Tua Nababan tersangka langsung kabur dan bekerja di bengkel sepeda motor tersebut. Kasus pembunuhan ayah kandung oleh anaknya itu dilaporkan dua hari setelah kejadian ke Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes Poldasu pada 29 Maret 2019.

Andi Rian menyebut kasus tersebut masih dalam proses penyidikan apakah pelaku tunggal atau ada tersangka lain membantunya saat melakukan pembunuhan terhadap orangtua tersangka.

“Nanti, semuanya masih dalam proses penyidikan dan pendalaman. Kalau sudah selesai proses penyidikan, akan kita sampaikan,” imbuhnya.

Sementara, Kasubdit III/Jatanras, AKBP Maringan Simanjuntak, menyampaikan tersangka mengaku menyesali perbuatannya. Penyidik menyimpulkan tersangka beraksi seorang diri, menghabisi korban menggunakan kayu broti. Dia disangka dengan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

“Tersangka mengaku menyesal telah membunuh ayah kandungnya. Untuk sementara ini pelaku masih tunggal dan spontan, tidak berencana. Kayu diambilnya di sekitar TKP,” jelas Maringan.

Maringan menyebut motivasi tersangka membunuh ayah kandungnya karena sakit hati melihat ibunya sering dianiaya korban. Berawal terjadi keributan antara ibunya dengan korban di lantai II rumah mereka. Ibu tersangka sempat menjerit sebelum akhirnya pingsan.

“Mendengar kedua orang tuanya ribut, tersangja naik ke lantai II sambil membawa sepotong kayu dan spontan memukul kepala korban sebanyak dua kali sampai terkapar dan bersimbah darah. Selanjutnya, tersangka dan keluarganya membawa korban ke rumah sakit, tapi korban sudah meninggal dunia,” ungkap Maringan.

Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada Ditreskrimum Polda Sumut yang telah mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya.

“Kami keluarga besar H Nababan mengucap terimakasih kepada Pak Kapolda Sumut dan jajarannya yang telah mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku. Kami juga berterimakasih kepada wartawan yang telah mau membantu kami,” kata H Nababan.

Dia mengakui, Polda Sumut telah bekerja cepat dalam mengungkap kasus ini. “Kira-kira dua minggu lalu kami keluarga minta Polda Sumut turun tangan mengungkap kasus ini. Dan ternyata itu sudah terbukti kasusnya bisa terungkap,” tandasnya.[SUR]

Related posts

Vonis Mantan Gubernur Aceh Diperberat Jadi 8 Tahun

transindonesia.co

Hakim PN Rantauprapat Minta Alamat Orangtua Terdakwa Kasus Narkoba

transindonesia.co

BNPB Nyatakan Siaga Darurat Karhutla 2016

transindonesia.co

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.